Tenar di Era 80an, Endek Digemari Pasar Internasional dan Kerap Dipamerkan

0
5
Tenar di Era 80an, Endek Digemari Pasar Internasional dan Kerap Dipamerkan
Nyoman Sumerta

NYOMAN Sumerta gembira mendengar Pemerintah Provinsi Bali menggelorakan pelestarian endek melalui Surat Edaran (SE) 04 Tahun 2021 yang resmi berlaku Selasa (23/2/2021). Sebagai penggemar endek, pria yang akrab disebut Jero Dukuh Sumerta ini mengaku sangat bangga mengenakan kain endek. Dia kerap mengenakan busana endek dalam pertemuan-pertemuan penting, salah satunya saat bertemu Soeharto yang kala itu menjabat Presiden RI.

“Saya memang suka, senang dengan produk Bali. Jiwa saya itu selalu ingin mendukung Krama Bali (perajin endek). Saya senang pakai endek sudah sejak tahun 1988, saat itu sedang tenar,” tuturnya saat diwawancarai Selasa (23/2/2021) via telepon.

Dia mengungkapkan, endek sempat memasuki masa kejayaannya pada tahun 1980an. Endek digemari wisatawan mancanegara dan juga kalangan desainer. Beberapa kali juga digelar pameran dan fashion show di Jakarta, dan dia salah satu tokoh Bali yang hadir.

Baca juga :  Pencuri Sesari Daksina di Pasar Cokroaminoto Ditangkap

“Saat itu tahun 80an, ada pameran di Jakarta yang digelar Yayasan Mutiara Indah. Dan sekarang sehari-hari saya juga sering pakai kamen endek,” terang pemilik restoran Bebek Tepi Sawah ini.

Dia mengakui ketertarikannya terhadap endek setelah mengenal seorang desainer ternama asal Jakarta yang mengenalkannya endek. Terhadap upaya pelestarian endek, dia menyambut baik kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster melalui SE 04 Tahun 2021 itu. Pada saat yang sama, kebijakan itu menurutnya memberi dampak berganda. Sebab kebijakan itu akan menggerakkan UMKM tekstil.

Baca juga :  Cegah Pedagang Meluber, Satpol PP Jaga Jl. Gajah Mada

Dia tak menampik bahwa harga busana berbahan endek memang relatif mahal, utamanya kala pandemi ini. Maka dia menilai kebijakan yang ditujukan kepada kalangan elit ini cukup tepat untuk menggerakkan ekonomi.

Menurutnya upaya semacam ini sangat dibutuhkan di tengah krisis. Apalagi pariwisata Bali saat ini sedang lesu. “Kalau sudah ada penjualan, ekonomi bergerak. Namun bila masyarakat yang memiliki rejeki lebih, tidak ada salahnya ikut mendukung kebijakan ini,” sarannya. (106)

Baca juga :  Tanaman Langka Hijaukan Taman Kota Lumintang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini