Pelanggaran Disiplin Prokes Meningkat, Ini Penyebabnya

0
13
Pelanggaran Disiplin Prokes Meningkat, Ini Penyebabnya
TES CEPAT ANTIGEN– Tim Kesehatan Kodam IX/Udayana melakukan tes cepat antigen kepada salah seorang warga yang terjaring razia prokes saat Pemberlakukan Pembatasan Masyarakat (PPKM) mikro, di Jl. Sutoyo Denpasar, Kamis (25/2).

Dauh Puri, DenPost

Pelanggaran disiplin protokol kesehatan (prokes) kembali meningkat karena masyarakat jenuh memakai masker saat berpergian. Namun tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar aturan selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.
Hal ini diungkapkan Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga disela-sela razia prokes dan PKKM di Jl. Sutoyo, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat (Denbar), Kamis (25/2/2021).

Anom Sayoga menjelaskan, warga terjaring razia Tim Yustisi gabungan sebanyak 34 yakni 5 orang tanpa masker didenda, 17 orang dibina karena salah memakai masker dan 12 orang menjalani tes cepat antigen. Hasil tes cepat antigen ke 12 orang dilakukan tim Kesehatan Kodam IX/Udayana negatif. Kalau ada masyarakat luar yang berkenan ikut memeriksakan kesehatan saat razia prokes dilayani karena tes cepat antigen gratis.

Baca juga :  Pascaditangkap, Begini Pengakuan Dua Remaja Pencuri Ogoh-ogoh

”Kita tidak terbatas pada pelanggar saja melakukan tes cepat antigen dan kalau ada masyarakat yang mau memeriksakan kesehatan dilayani tim medis KodamIX/Uadayana,’’ ujar Anom Sayoga.

Dia mengakui, belakangan ini kembali pelanggaran prokes meningkat akibat kejenuhan masyarakat memakai masker menghadapi ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 berakhir. Karena itu, pihaknya terus menggenjot pendisiplinan masyarakat lewat razia prokes dan gencar melakukan edukasi agar tidak menurun tingkat kepatuhan memakai masker saat bepergian maupun tinggal di rumah.

Baca juga :  Pecah Sentralisasi Politik, Koalisi Lima Parpol Ambisi Masuk Eksekutif dan Legislatif

Jangan gara-gara jenuh dan bosan memakai masker, prokes diabaikan bisa terpapar virus corona. ”Kami tidak henti-hentinya mengajak masyarakat mematuhi prokes untuk keselamatan diri sendiri, kesehatan orang lain dan kesehatan lingkungan,’’ imbuhnya.

Anom Sayoga berharap, adanya razia PPKM berbasis desa/kelurahan dan banjar dapat lebih cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi ada beberapa lingkungan di Denpasar masuk zona oranye karena warga terinfeksi virus corona grafiknya naik turun. Sehingga masyarakat diminta tetap disiplin mematuhi prokes. ”Pencegahan pandemi virus corona tidak bisa dilakukan hanya oleh Tim Yustisi, namun semua elemen masyarakat disiplin mematuhi prokes. Jika aturan yang ada diabaikan maka pandemi virus corona lama hilangnya,’’ tandasnya. (103)

Baca juga :  Diduga Terjangkit Corona, Pasien Keguguran Diisolasi di RSUP Sanglah

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini