Pandemi, Produksi Kerajinan Batok Kelapa Turun Segini

0
15
picsart 02 25 07.43.42
PRODUKSI MENURUN - Perajin batok kelapa yang kini produksinya menurun drastis.

Negara, DENPOST.id

Di tengah pandemi Covid-19, pengusaha kecil dan menengah di Kabupaten Jembrana sangat mengalami dampaknya.
Seperti yang dialami salah satu perajin batok kelapa di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Perajin mainan musik dari batok kelapa, Made Urita Adi Sujarwo di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo terkena imbas karena usaha yang digeluti dari tahun 2005, kini produksinya anjlok hingga 95 persen. Apalagi sebagian pemesan kerajinan ini di sektor pariwisata.

Baca juga :  Jembrana Gelontorkan Rp 7 Miliar Lebih untuk Ini

Akibat penurunan pemesanan lantaran pandemi, Made Urita omzetnya juga menurun drastis. Sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, omzet yang berhasil diraup rata-rata Rp75 juta per bulan. Namun sejak pandemi mewabah justru menurun drastis lantaran pesanannya sedikit.

Bahkan saat ini, tenaga kerja yang dilibatkan hanya lima orang yang sebelumnya melibatkan tenaga kerja sampai 25 orang.

Perbekel Pohsanten, Gusti Agung Sultra Gunadi Putra mengatakan di Desa Pohsanten ada tiga perajin, namun hanya satu yang masih aktif berproduksi. Agar perajin ini semua berproduksi, pihak desa menyarankan order yang didapat agar bisa dibagi.

Baca juga :  Pandemi, Lakalantas dan Kriminalitas di Gianyar Menurun

Pihaknya berharap pandemi segera berlalu, sehingga perekonomian bisa bangkit kembali. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini