Koster Bangun Fanatisme Warga Soal Bahasa Bali

0
6
Koster Bangun Fanatisme Warga Soal Bahasa Bali
Gubernur Wayan Koster

Sumerta, DENPOST.id

Masyarakat Bali harus bangga terhadap Bahasa Bali. Menjaga dan melestarikannya juga adalah hal wajib. Demikian pesan yang disampaikan Gubernur Wayan Koster saat penutupan Bulan Bahasa Bali 2021, Minggu (28/2/2021) petang.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali itu, Koster membangun fanatisme masyarakat terhadap bahasa Bali. “Boleh kita cinta bahasa Indonesia, belajar bahasa asing, tapi nomor satu yang wajib adalah menjaga dan menggunakan bahasa Bali. Jadi cara hidup kita di Bali, lokal, nasional, global. Jangan bisa bahasa Inggris, tapi lupa bahasa Bali. Wajib bahasa Bali, kalau tidak, kita siapa lagi,” tuturnya melalui podium.

Baca juga :  Jalan Gajah Mada Denpasar Disemprot Disinfektan

Kata dia, dari 718 bahasa Daerah yang ada di Indonesia, hanya 11 bahasa daerah yang memiliki aksara daerah, salah satunya Bahasa Bali. Koster kemudian menjelaskan bahwa di Bali terdapat Aksara Bali yang kembali dibagi menjadi tiga, antara lain Aksara Wréastra, Swalalita, dan Modré yang digunakan dalam menulis berbagai hal ikhwal kehidupan maupun kematian.

Selain itu, Sastra Bali juga banyak tertulis di dalam lontar-lontar. “Berdasarkan penyampaian Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di tahun 2020, jumlah lontar yang telah dicatat hingga diidentifikasi telah mencapai 29.658 dengan berbagai kondisi. Hal ini menunjukkan bahwa kita di Bali memiliki kebudayaan yang adi luhung, mulia, dan sangat utama jika dibandingkan dengan daerah lainnya,” sambungnya.

Baca juga :  Di Denpasar, Satu Pasien Covid-19 Meninggal

Atas kepentingan pelestarian bahasa, aksara dan sastra itu, dia berharap pandemi segera berakhir, sehingga gelaran Bulan Bahasa Bali pada tahun depan tetap terselenggara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Wayan Adnyana, menerangkan, Bulan Bahasa Bali 2021 menyajikan sejumlah kegiatan. Seperti Widya Tula (seminar), Kriya Loka (lokakarya), Prasara (pameran), Wimbakara (lomba), Utsawa (festival), Sesolahan (pergelaran), dan pemberian  penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahottama.

Baca juga :  Anggaran Proyek Ditunda, Dinas Perkim Fokus Pelihara Taman

“Selama pagelaran ini berlangsung, antusias peserta cukup tinggi, walaupun acara dilaksanakan secara terbatas dengan melaksanakan protokol kesehatan (prokes) secara ketat,” katanya dalam laporan.

Untuk Widya Tula (seminar), pihaknya menghadirkan para penekun sastra, penekun usadha, akademisi maupun tokoh intelektual.  Widyatula mengangkat enam topik yakni Kalimosaddha, Widyosadha, Sastra Panaweng Gering, Usadhi Pranawa, Usadhikanda dan Dharma Usadha.

Dalam acara penutupan tersebut, Gubernur Koster secara simbolis nimbakang toya ring jun dan diakhiri dengan acara sasolahan sendratari Aji Janantaka dari Sanggar Seni Gita Lestari yang dibawakan oleh SMKN 3 Sukawati, Gianyar. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini