Kasus Dana PEN, Fraksi Golkar Soroti Ini

0
15
picsart 03 02 06.57.46
Wakil Ketua DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara.

Singaraja, DENPOST.id

Kasus penyalahgunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bidang pariwisata tahun 2020, yang menyeret delapan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, menjadi sorotan Fraksi Partai Golkar di DPRD Buleleng.

Menghindari kasus yang sama terulang, Fraksi Golkar mendesak pemerintah daerah agar meningkatkan disiplin ASN di Buleleng.

Wakil Ketua DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara mengatakan terungkapnya kasus dugaan penyalahgunaan dana PEN di Dispar telah mencoreng wibawa para penyelenggara pemerintahan termasuk kalangan DPRD Buleleng.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Dansat Brimob Polda Bali Serahkan Ini

Untuk itu, pihkanya mendesak agar pemahaman terkait disiplin sebagai ASN dan penyelenggaran pemerintahan yang lain perlu ditingkatkan lagi. “Ini penting karena kalau setiap ASN dan penyelenggara pemerintahan lain memahami terkait aturan dan disiplin tinggi, maka kasus menghebohkan seperti di Dispar itu tidak terjadi. Kami prihatin sekali karena bukan saja eksekutif, namun kalangan DPRD yang menjadi unsur penyelenggara pemerintahan juga terkena dampak dari kasus ini, ” tegasnya, usai sidang paripurna Selasa (2/3/2021).

Baca juga :  Rabu, 86 Orang Positif Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

Menganggapi hal itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan selama ini kebijakan pemerintah menuntut agar para ASN mentaati regulasi yang mengatur tentang disiplin ASN. Hal ini sudah diatur jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. Tahun 2020 tentang Disiplin ASN. Di mana regulasi ini mewajibkan setiap ASN memahami terkait kewajiban dan larangan. Kebijakan lain yang diambil adalah belakangan gencar mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) No. 48 Tahun 2018 tentang Kode Etik PNS. “Kami sangat sependapat untuk meningkatkan kinerja dan disiplin ASN dan penyelenggara pemerintahan yang lain. Cara yang kami lakukan adalah mengharuskan ASN memahami regulasi tentang disiplin dan kode etik yang ada,” katanya. (118)

Baca juga :  Buleleng Terbitkan Surat Pengendalian Aktivitas di Dua Wilayah

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini