Kemensos, Dinsos Bali, Pos Indonesia, dan JCI Badung, Bahas Efektivitas Penyaluran BST

0
8
Konsep Otomatis
BAHAS BST - Kemensos, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, bersama Kantor Pos Indonesia Denpasar, dan JCI Badung, saat membahas efektivitas penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) ke masyarakat Bali melalui Genta Bali FM. DenPost.id/ist

Tabanan, DenPost.id
Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, bersama Kantor Pos Indonesia Denpasar, dan JCI Badung, membahas tentang efektivitas penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) ke masyarakat Bali melalui Radio Genta Bali FM.
BST merupakan bentuk jaring pengaman sosial ke masyarakat kurang mampu dalam mengatasi krisis sosial dan ekonomi akibat pandemi. BST ini berasal dari Kemensos yang selaunjutnya disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Sedangkan Junior Chamber International (JCI) adalah organisasi kepemudaan dan non-government organization yang sifatnya nonprofit yang memiliki tujuan mencetak pemimpin yang memiliki dampak positif bagi masyarakat. JCI berperan membantu mensosialisasikan program ini.
Kriteria penerima BST diutamakan keluarga kurang mampu yang sama sekali belum mendapat bantuan apa pun dari pemerintah pusat maupun daerah. Kabid Pemberdayaan dan penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, I Wayan Parmiasa, menuturkan bahwa BST prinsipnya tidak boleh menduplikasi bansos yang lain. Sedangkan penerima BST tercatat masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang ditetapkan Kemensos. Juga untuk keluarga kurang mampu yang tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, namun sangat membutuhkan. Selanjutnya penerima BST harus memiliki identitas yang jelas atau memang penduduk asli Bali serta diusulkan oleh kepala desa untuk selanjutnya diajukan oleh Dinas Sosial kabupaten atau kota masing – masing.
Warga yang sudah menerima BST pada Januari 2021 di 9 kabupaten/kota di Bai sebanyak 102.638 KPM. Dengan besaran Rp 300 ribu/bulan per KPM yang berjalan sampai April 2021.
Wakil Kepala Kantor Pos Denpasar, Ketut Mandra, memaparkan bahwa PT Pos Indonesia ditunjuk pemerintah menjadi juru bayar melalui data yang diterima Kemensos dari masing–masing Dinas Sosial antarprovinsi.
Mekanisme pembayaran/penyaluran BST ini, Kantor Pos punya tiga pola di komunitas yaitu membayar langsung ke penerima dengan cara menghampiri desa–desa, lalu menuju tempat yang disediakan kepala desa. Kedua: bisa melalui Kantor Pos, dan langsung menuju rumah menerima dengan catatan adanya keterbatasan. Syarat pencairan BST yakni membawa identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk dapat diverifikasi.
Ketut Mandra menambahkan bahwa Program BST hingga Januari 2021 memasuki bulan ke-11. Kepada masyarakat yang sudah terdata dan mungkin belum mengambil BST, maka bantuan tersebut akan kembali lagi ke kas pemerintah.
Sejauh ini program BST. Proses pencairannya di Kantor Pos Inconesia Provinsi Bali juga berjalan tertib dan disiplin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). (a/r)

Baca juga :  Jalan Bergelombang, Truk Oleng

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini