Rampas Mobil dan Ancam Tembak Warga, Empat Anggota Ormas Dibekuk

0
25
Konsep Otomatis

Kereneng, DENPOST.id

Empat anggota ormas yaitu Bagus Made Putra Pardana alias Ajik, I Made Ari Santa Dwipayana alias Santa, I Putu Wira Jaya alias Wira Bagong dan I Gede Wira Guna alias Agus Wira, digiring dari Rutan Polda Bali, Kamis (4/3/2021) siang. Para tersangka ditangkap lantaran melakukan perampasan mobil dan mengancam menembak warga.

Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan, keempat gerombolan pelaku premanisme itu diringkus tim Resmob Direktorat Reskrimum Polda Bali di wilayah Denpasar pada Selasa (2/3/2021).

Menurut Djuhandani, tertangkapnya para tersangka berdasarkan laporan korban berinisial Putu YO di Jalan Muding Buit, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. “Korban mengaku diancam dan mobilnya dirampas oleh empat orang preman, pada 8 Februari 2021,” ucapnya, didampingi Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi.

Baca juga :  BNN Denpasar Nilai Pararem Efektif Kendalikan Peredaran Narkoba

Setelah dilakukan peyelidikan, akhirnya indentitas keempat tersangka teridentifikasi. Mereka adalah anggota salah satu ormas besar di Bali. “Kami lantas memburu para tersangka. Kemudian mereka semua ditangkap di rumah Bagus Made Putra Pardana di Jalan Werkudara, Gang III nomor 5 Denpasar, Denpasar,” ungkap Djuhandani.

Setelah keempat tersangka diinterogasi, aksi perampasan dan pengancaman yang mereka lakukan ternyata disuruh oleh Ni Kadek Okta Riani beralamat di Banjar Pabean, Desa ketewel Gianyar. Para tersangka disuruh menagih utang arisan dengan imbalan masing-masing Rp 5 juta. “Kami juga mengamankan Ni Kadek Okta Riani,” imbuh Djuhandani.

Lebih lanjut dikatakan, kasus pengancaman dan perampasan ini terjadi pada Senin 8 Februari 2021 sekira pukul 20.30 sampai Selasa 9 Februari 2021 sekira pukul 03.30 di rumah korban Putu YO di Jalan Muding Buit, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. “Keempat tersangka atas suruhan Ni Kadek Okta Riani mendatangi rumah korban untuk menagih utang arisan,” katanya.

Baca juga :  Sidang Jerinx Berlanjut, Penasihat Hukum Ajukan Dua Ahli

Di TKP, keempat tersangka bertemu I Komang Ery yang merupakan suami dari Putu YO. Mereka pun adu argumen masalah utang. “Karena tidak ada titik temu, Made Putra Pardana alias Ajik memaksa agar korban menyerahkan mobil jenis CRV DK 693 KN yang parkir di halaman rumahnya sebagai jaminan. Korban memberitahu mobil itu milik teman dari kakaknya, tapi tersangka tetap mamaksa,” bebernya.

Tersangka juga sempat bicara melalui telepon dengan kakak korban. “Siapapun yang memiliki mobil ini saya tidak peduli karena adik Anda punya utang pada bos saya dan mobil ini akan saya jadikan jaminan untuk utang itu,” kata Djuhandani meniru omongan tersangka yang tertuang dalam BAP.

Baca juga :  Tabrak Pohon, Dua Warga Bondalem Tewas

Merasa tertekan, korban hendak pergi, tapi para pelaku memegang tangannya kemudian mencekek lehernya dari belakang sembari membawanya ke dalam rumah. Tersangka Ajik dikatakan memaksa korban untuk membuat pernyataan agar memberikan mobil tersebut disertai ancaman akan menembak kaki korban.

Korban yang ketakutan mendengar ancaman tersebut akhirnya mendandatangani surat pernyataan. Kemudian, tersangka Bagong menelepon tukang derek dan tukang kunci. Besoknya, sekira pukul 03.30 mobil dibawa oleh para tersangka. “Pemilik kendaraan dalam laporannya mengalami kerugian Rp 165 juta,” tandasnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini