Harga Cabai Merah di Pasar Galiran Tembus Segini

0
9
picsart 03 04 05.44.20
PEDAGANG CABAI - Pedagang cabai di Pasar Galiran, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Cuaca ekstrim yang terjadi selama beberapa pekan terakhir mulai berimbas pada sektor pertanian. Salah satunya komoditi cabai merah. Hampir dua bulan, harga cabai terus melambung.

Pada, Kamis (4/3/2021) harga cabai merah di Pasar Galiran, Klungkung tembus mencapai Rp130 ribu perkilogram.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Galiran, Ketut Widiasa mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak akhir tahun 2020. Harga cabai yang semula hanya di kisaran Rp40 ribu sampai Rp50 ribu perkilogram, perlahan-lahan terus naik.

Baca juga :  Siswa SMPN 1 Gianyar Negatif Covid-19

“Puncaknya, saat ini sudah mencapai Rp130 ribu per kilogram,” ujar Widiasa.

Menurut Widiasa, melambungnya harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda wilayah Bali, sehingga banyak tanaman cabai milik petani yang gagal panen, bahkan ada pula yang mati sebelum berbuah. Lantaran kosongnya pasokan cabai dari petani lokal, kini para pedagang hanya mengandalkan pasokan dari luar Bali. Itupun jumlahnya sangat terbatas dan harganya mahal.

Baca juga :  Warga Disiplin Prokes Diberi Nasi Jinggo Gratis

“Ini cabai Jawa masuk, kalau andalkan cabai Bali sudah mati tanamannya jadi tidak ada. Sekarang harga termahal, masyarakat sudah tidak kuat beli. Di samping itu kondisi seperti saat ini (pandemi Covid-19),” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan pedagang cabai lainnya, Ketut Daging. Melihat harga cabai yang sangat tinggi sedangkan daya beli masyarakat menurun, membuat dirinya tak berani menyetok cabai dalam jumlah banyak.

Baca juga :  Ratusan Karyawan di Klungkung Dirumahkan

“Harga cabai rawit hijau sekarang Rp45 ribu per kilogram, cabai keriting Rp85 ribu, cabai hijau Rp60 ribu dan cabai lombok merah besar Rp35 ribu. Semoga harga-harga segera stabil,” ucapnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini