Polresta Amankan 30 Kg Ganja, Bandar Besar Belum Terungkap

0
13
Gerebek Kamar Kos, Polisi Amankan 30 Kg Ganja
PERLIHATKAN BB - Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Mikael Hutabarat memperlihatkan barang bukti (BB) narkoba dari tangan tiga tersangka dalam jumpa pers Jumat (5/3/2021). (DenPost.id/wiadnyana)

Padangsambian, DenPost.id

Tiga tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, dua di antaranya pemilik 30 kg ganja, hanya tertunduk dengan tangan diborgol saat digelandang dari ruang tahanan Polresta Denpasar pada Jumat (5/3/2021) sore menuju tempat jumpa pers. Barang bukti (BB) ganja yang disita ini termasuk paling besar selama lima tahun terakhir yang diungkap Polresta Denpasar.

Namun dibalik pengungkapan peredaran 30 kg ganja ini, sang bandar besar atau pemilik barang haram belum berhasil diungkap polisi. “Kami masih selidiki bandar besarnya yang diduga berasal dari Aceh. Ganja itu dikirim melalui jalur Sumatera-Bali lewat jalur darat,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Mikael Hutabarat.

Baca juga :  Banyu Pinaruh, Pengunjung Pantai Matahari Terbit Wajib "Rapid Antigen"

Dilanjutkannya, kedua tersangka pemilik ganja yakni Suhadi (36) asal Lampung Utara, dan Rio (28) asal Jakarta. Keduanya sama-sama tinggal di Jalan Pulau Belitung, Desa Pedungan, Denpasar Selatan (Densel). “Untuk mengedarkan ganja di Bali diotaki oleh Suhadi. Sedangkan Rio sebagai kurir,” beber Kombes Jansen.

Menurut dia, terungkapnya kasus ini berawal dari transaksi narkoba di seputar Jalan Pulau Singkep, Densel, Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 11.30. Awalnya, polisi melihat gerak-gerik tersangka Rio yang mencurigakan. “Tersangka lalu ditangkap dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan lima paket besar ganja,” tegas Jansen.

Baca juga :  Tangani Corona, DPRD Bali Sepakati Anggaran Koster

Saat diinterogasi, tersangka Rio mengaku bahwa ganja itu milik Suhadi yang kos di Jalan Pulau Belitung, Denpasar. Tak membuang-buang kesempatan, polisi menggerebek kamar kos Suhadi. Dia lalu ditangkap tanpa perlawanan. Di sana, masing-masing diamankan dua paket besar ganja, dan 94 paket ganja, hasish seberat 488 gram, serta sabu-sabu (SS) seberat 45 gram.

Kedua tersangka mengaku menerima kiriman ganja sejak tahun 2010 melalui Aceh. Upahnya puluhan juta rupiah sekali pengiriman. “Masih dilakukan pendalaman. Selain ganja dan hasish, kami mengamankan uang hasil penjualan narkoba sebesar Rp 227 juta,” imbuh Kapolresta.

Baca juga :  Sebelum Masuk, Peserta Rakerda PDIP Harus Jalani Ini

Pihaknya juga mengamankan seorang pengedar SS, Yudi (29). Pria yang beralamat di Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar, ini ditangkap di tempat tinggalnya pada Kamis (4/3/2021) lalu sekitar pukul 10.45. “Dari tangan tersangka diamankan 17 paket SS seberat 201 gram. Menurut tersangka, sekali tempel, dia mendapat upah Rp 200 ribu,” tankas Kombes Jansen. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini