Konvensi Capres, NasDem Buka Peluang Kaum Milenial

0
9
Konvensi Capres, NasDem Buka Peluang Kaum Milenial
Ketua DPW Garda Pemuda NasDem Bali, I Kadek Sujanayasa

Denpasar, DenPost.id

Ketua DPW Garda Pemuda NasDem Bali, I Kadek Sujanayasa, menilai rencana konvensi calon presiden (capres) yang dilakukan Partai NasDem menunjukkan sikap tegas untuk langsung mencari kandidat guna menghadapi Pilpres 2024. Anggota Fraksi NasDem DPRD Karangasem ini menyebutkan bahwa dia bangga dengan gagasan Ketua Umum NasDem yang mengatakan Nasdem selangkah lebih maju ketimbang partai politik lain. “Strategi Ketua Umum sangat jitu dengan langsung mencari calpres, dengan membuka kesempatan kepada kader maupun nonkader. Peluang ini tentu juga berlaku untuk anak muda kaum milenial,” tegas Sujanayasa, kepada wartawan Selasa (9/3/2021) kemarin.

Dia menambahkan Nasdem menawarkan tempat bagi para tokoh untuk bersaing merebutkan tiket politik atau menjadi capres dari Partai Nasdem. Figur yang dicari tentu yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi. Mantan Ketua DPD Partai NasDem Karangasem ini menyebut saat ini banyak politisi muda yang layak tampil pada pilpres nanti.

Baca juga :  PHDI Pastikan Tersangka Dugaan Pencabulan Bukan Sulinggih

“Sebut saja Gubernur Jabar Ridwan Kamil, juga Nadiem Makarim, atau putra-putri terbaik Indonesia yang berasal dari nonkader. Sedangkan NasDem punya anak muda millenial yang potensial seperti Prananda Surya Paloh, Ahmad Ali, atau bisa juga Johny G.Plate,” paparnya, semangat.

Dia melanjutkan jika Ketua Umum Garda Pemuda NasDem , Prananda, bersedia maju dalam konvensi capres, pihaknya akan all-out di Bali. ‘’Waktu, tenaga, dan kalau perlu materi akan saya curahkan untuk menggerakkan komponen pemuda di Bali,’’ beber Sujanayasa.

Baca juga :  Dewa Rai: Prokes Jangan Jadi Slogan Saja

Pihaknya juga tengah mempersiapkan Garda Pemuda NasDem Bali guna menyukseskan program tersebut. Ada beberapa program kepemudaan yang dipersiapkan dengan bendera Peran Strategis Pemuda (PSP) mulai dari penyuluhan siaga pandemi, sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, sampai pembinaan sekaa teruna teruni (STT) di bidang adat dan budaya. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini