1,7 Ton Daging Babi Hutan Selundupan Dimusnahkan

picsart 03 11 03.46.38
MUSNAHKAN - Pemusnahan 1,7 ton daging babi hutan selundupan di Gilimanuk.

Negara, DENPOST.id

Jajaran Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, Rabu (10/3/2021) memusnahkan 1,7 ton daging babi hutan di kandang milik karantina.

Pemusnahaan itu, dilakukan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Putu Terunanegara bersama perwakilan instansi terkait lainnya di Gilimanuk. Daging babi hutan diamankan pada, Jumat (5/3/2021) karena diselundupkan dari Jombang, dengan tujuan Denpasar tanpa dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan.

Daging babi hutan tersebut, dibungkus plastik dan ditempatkan di dalam 29 karung.

Terunanegara didampingi penanggung jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk, I Nyoman Ludra mengatakan tindakan pemusnahan tersebut adalah tindak lanjut dari tindakan karantina, yakni penahanan yang sudah dilakukan. Pemusnahan daging babi illegal itu, dilakukan dengan dasar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Baca juga :  Rumah Janda Kurang Mampu Jebol Diterjang Hujan

Sopir mobil boks pengangkut juga tidak berniat membawa dagingnya balik ke daerah asal, setelah penindakan. Dengan pemusnahan ini, diharapkan ada efek jera bagi pelaku pengiriman daging illegal semacam ini.

Terunanegara juga mengatakan daging babi hutan yang kemungkinan bisa dioplos dengan daging lainnya untuk bahan bakso dan makanan lainnya, jika pengirimannya tidak dilengkapi dokumen karantina tidak bisa dijamin kesehatannya atau tidak bisa diketahui apakah bebas dari penyakit atau tidak.

Baca juga :  Cetak SDM Terlatih, Pemkab Jembrana Gelar Pelatihan KHA

Selain itu, karena tidak dilaporkan ke petugas karantina maka tidak ada jaminan di daerah tujuan akan sehat.
Bahkan bisa menyebarkan penyakit babi yang menular pada babi di Bali, yang populasinya sangat banyak, sehingga dengan cara ini pihaknya berupaya mencegah penularan penyakit, sehingga sumberdaya hayati di Bali bisa terlindungi.

Karena Gilimanuk rawan penyelundupan, maka pihaknya bersama stakeholder lainnya akan meningkatkan pengawasan. (120)

Baca juga :  Pasien Covid-19 Hasil Swab ke-10 Kembali Positif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini