Kunjungi Situs Liyangan, Ini Kata Ari Dwipayana

picsart 03 11 05.53.37
SITUS LIYANGAN - Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana dan Staf Khusus Presiden RI, Sukardi Rinakit, saat mengunjungi Situs Liyangan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dalam rangka Perjalanan Budaya.

Temanggung, DENPOST.id

Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana dan Staf Khusus Presiden RI, Sukardi Rinakit mengunjungi Situs Liyangan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dalam rangka Perjalanan Budaya. Dari kunjungan ke situs yang baru ditemukan pada 2008 itu, diketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia, sudah memiliki teknologi pertanian, pemukiman dan mitigasi bencana alam yang baik.

Ari Dwipayana menekankan bahwa Situs Liyangan dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, membangun nilai-nilai kebanggaan bangsa dan juga sebagai pilihan destinasi wisata heritage. Apalagi, Situs Liyangan merupakan situs yang lengkap sebagai sebuah penemuan peradaban masa lalu

Baca juga :  Abaikan Prokes, Pengunjung Lapangan Puputan Badung Diusir

“Ini seperti yang dijelaskan Pak Kepala BPCB Jateng, bahwa peradaban Liyangan berakhir saat Gunung Sindoro meletus di sekitar abad 11 Masehi, namun tidak ada korban jiwa. Ini luar biasa mitigasi bencana leluhur kita perlu dipelajari,” ujar Ari di Situs Liyangan, Temanggung, Rabu (11/3/2021).

Sementara Kepala BPCB Jawa Tengah, Sukron Edi menjelaskan Situs Liyangan merupakan sebuah situs berupa peradaban sebuah kota kecil di zaman Mataram Kuno yang aktif sekitar abad ke 2-11 Masehi. Peradaban Liyangan berakhir saat Gunung Sindoro meletus.

Baca juga :  Ekosistem Ultra Mikro Akselerasi Inklusi Keuangan, Per Hari Rata-rata 50 Orang Buka Tabungan Emas di Kantor BRI

“Yang hebat kami sama sekali tidak menemukan korban, baik penduduk maupun hewan ternak. Artinya mitigasi kebencanaan leluhur kita sangat baik saat itu,” tutur Edi.

Saat ditemukan, Situs Liyangan tertimbun tanah sekitar 5 meter. Luas Situs Liyangan dibagi dalam dua zona, yakni zona inti yang mencapai 8,12 hektar dan zona penunjang yang luas sekitar 18 hektar. Terdapat tiga tingkatan yang ditemukan dalam peradaban Liyangan, yakni hunian, ritual dan pertanian.

Baca juga :  Selamatkan Generasi Muda, Edukasi HKSR Tak Bisa Ditunda-tunda

“Dari temuan kompleks hunian, ritual hingga pertanian, maka ini penemuan peradaban dan penemuan luar biasa yang bisa jadi laboratorium untuk mempelajari berbagai aspek kehidupan pada masa lalu,” ujar Ari.

Adapun penemuan barang di Liyangan mulai dari arca, perabot hingga alat pertanian.
“Selain keramik pada masa Dinasti Tang dan juga perkakas kita temui juga ada ijuk, kayu dan padi yang dalam bentuk arang karena terbakar abu panas Gunung Sundoro yang saat itu meletus,” kata Edi. (r/kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini