Gubernur Koster: Bali Punya Sumber Daya Lengkap Hadapi Bencana

0
3
PEMBICARA - Gubernur Bali Wayan Koster menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual, Rabu (10/3/2021). (DenPost/ist)

DARI segi luas wilayah, Bali merupakan pulau yang kecil yakni hanya 5636 km² dengan jumlah penduduk 4,3 juta, punya delapan kabupaten dan satu kota, 57 kecamatan, 636 desa, 80 kelurahan. Hal yang paling unik di Bali ada 1.493 desa adat yang menjadi salah satu kekuatan dalam pengelolaan kebencanaan setempat.

dari sisi geografis, di Bali terdapat dua gunung berapi aktif yakni Gunung Agung dan Gunung Batur. Tahun 2017 lalu Gunung Agung erupsi sehingga mengakibatkan permasalahan di masyarakat, termasuk gangguan terhadap kehidupan penyelenggaraan kepariwisataan di Pulau Dewatai. Selain itu Bali berhadapan dengan zona megathrust segmen Sumba yang punya potensi gempa dan tsunami dengan magnitude bisa mencapai 8,5 SR. Di samping itu Bali berada di antara dua patahan yakni patahan belakang kerawanan dari utara dan dari kerawatan subduksi lempeng dari selatan.

“Karena itu kami mengembangkan sistem kebencanaan di Provinsi Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga kelestarian alam beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi (Pulau) Bali yang sejahtera dan bahagia, meliputi tiga aspek utama yaitu alam, manusia, dan kebudayaan,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Baca juga :  Warga "Borong" Kebutuhan Pokok

Menurut Gubernur Koster, pengelolaan risiko terpadu merupakan pendekatan yang menjadi pertimbangan sebagai adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam untuk mendukung penghidupan elemen paling berisiko, yaitu terhadap kemanusiaan. Tak hanya itu, pengelolaan risiko terpadu dalam perencanaan penanggulangan bencana yang dilaksanakan berdasarkan kearifan lokal “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Lebih lanjut Gubernur menyebut Pemprov Bali mengembangkan kebijakan dengan tata kelola kebencanaan yang meliputi penguatan kelembagaan. Membentuk BPBD provinsi serta kabupaten/kota, pembentukan UPTD Penggendalian Bencana Daerah yang meliputi berbagai sarana/prasarana serta sebagai sistem data dan informasi maupuna peringatan dini dalam kaitan tanggap darurat dan pelayanan terhadap kegawatdaruratan. Juga didukung dengan peraturan daerah serta manajeman yang berkaitan dengan risiko bencana, penanggulangan bencana, kontingensi tanggap darurat, dan pengurangan risiko bencana.

Baca juga :  24 Pasien Sembuh Donor Plasma Konvalesen

“Bali sebagai destinasi wisata, sehingga Pemprov Bali memberikan persyaratan kepada sejumlah hotel, restoran dan rumah sakit serta museum untuk melaksanakan kesiapsiagaan bencana di tempat masing-masing,” terang Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini