La Nina Diprediksi Berlangsung Hingga Mei

0
9
La Nina Diprediksi Berlangsung Hingga Mei
BANJIR – Salah satu dampak cuaca ektrem adalah banjir di Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran beberapa waktu lalu.

Kuta, DENPOST.id

Hasil analisis dinamika atmosfer-laut dari BMKG menunjukkan bahwa fenomena La Nina masih dapat berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas lemah hingga normal. Kondisi tersebut masih dapat berkontribusi pada peningkatan massa udara basah dan lembab di sekitar wilayah Indonesia. Saat ini, fenomena Monsun Asia masih cukup aktif yang mengakibatkan aliran massa udara dari wilayah Belahan Bumi Utara (BBU) masih dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Meteoroligi BMKG, Guswanto lewat rilisnya, Jumat (12/3/2021).

Baca juga :  Penyemprotan Disinfektan Badung Sasar Tempat Ibadah

Dipaparkan Guswanto, Monsun Asia mulai memasuki periode pelemahan pada akhir Maret 2021 yang mengindikasikan bahwa periode puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mulai berakhir. “Dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021,” terangnya.

Salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat. Di mana pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas cukup terik yang diikuti dengan pembentukan awan yang signifikan dan hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang secara umum dapat terjadi pada periode siang-sore hari. Selama periode peralihan musim, kata dia, ada beberapa fenomena cuaca ekstrem yang harus diwaspadai. Yakni Hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, puting beliung, waterspout dan hujan es.

Baca juga :  Bangkai Lumba-lumba dan Penyu Terdampar Bersama Sampah Kiriman

BMKG juga memprakirakan, dalam periode sepekan ke depan terjadi curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,  Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta,  Jawa Timur, Bali,  Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara,  Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara,  Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat serta Papua.

Baca juga :  Polisi Gagalkan Penyelundupan Motor di Pelabuhan Padangbai

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini,” pungkasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini