Jelang Nyepi, Klungkung Gelar Upacara Mapepada di Catus Pata

Jelang Nyepi, Klungkung Gelar Upacara Mapepada di Catus Pata
MAPEPADA - Upacara mapepada digelar di Catus Pata Semarapura, Jumat (12/3/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Walaupun pandemi Covid-19 belum mereda, tidak menyurutkan masyarakat di Bali untuk melaksanakan upacara yadnya. Seperti halnya di Klungkung, warga tetap menggelar upacara mapepada serangkaian upacara Tawur Kesanga menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1943, Jumat  (12/3/2021). Upacara mapepada digelar di Catus Pata Klungkung dan dipuput Ida Pedanda Istri Anom dari Gria Jumpung Anyar, Dawan Kelod.

Dalam upacara kali ini, Desa Adat Dawan, Kecamatan Dawan bertindak selaku pangrajeg (pelaksana) karya. Upacara diawali dengan mengarak seluruh hewan yang dipakai korban dengan mengelilingi perempatan Catus Pata Klungkung sebanyak tiga kali. Sebelum itu, hewan-hewan tersebut juga diupacarai dengan upacara pabyakala dan prayascita.

Baca juga :  Klungkung Siapkan Ruang Isolasi bagi Pasien Positif Covid-19

Adapun hewan yang dipakai korban meliputi kerbau, kambing hitam dan putih, sapi, anjing bangbungkem, babi hitam, angsa, ayam manca dan ayam panyirang, bebek belang kalung dan putih, penyu dan berbagai jenis sarana pelengkap lainnya. Sama seperti tahun lalu, upacara mapepada kali ini tidak melibatkan banyak orang. Jumlah peserta yang terlibat langsung dalam upacara dibatasi, mengingat masih dalam suasana pandemi.

Selain itu, sebelum upacara digelar, kawasan di sekitar Catus Pata disterilkan. Petugas BPBD Klungkung juga turun melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi mapepada.

Baca juga :  Harga Bawang Merah Tembus Rp31 Ribu Perkilogram di Pasar Galiran

“Mapepada wewalungan tahun ini masih dilaksanakan dalam suasana Covid-19, sehingga jumlah peserta yang terlibat langsung dalam prosesi ini kami batasi. Meskipun demikian, ini tidak mengurangi makna dari upacara ini,” kata panitia acara, Dewa Ketut Soma.

Menurut Dewa Soma, upacara mapepade tersebut digelar untuk meningkatkan kualitas mutu roh binatang yang digunakan untuk yadnya sehingga di kemudian hari dapat menjelma menjadi lebih baik. Setelah semua disucikan, dalam upacara mapepade kemudian hewan yang dijadikan korban disembelih untuk digunakan untuk sarana upakara dalam upacara Tawur Kesanga, Sabtu (14/3/2021).   (119)

Baca juga :  Lima Ruas Jalan di Nusa Penida Belum Tertangani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini