Rai Wirajaya Sebut Peran Perempuan Strategis Jaga Keutuhan NKRI

0
7
picsart 03 13 05.41.07
FOTO BERSAMA - Agung Wirajaya dan para narasumber berfoto bersama peserta sosialisasi empat pilar.

Padangsambian, DENPOST.id

Puluhan anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan Padangsambian mengikuti sosialisasi empat pilar yang digelar MPR RI secara luring dan daring, Jumat (12/3/2021) di Kantor Lurah Padangsambian, Denpasar.
Di tengah kesibukan menyambut Hari Suci Nyepi, mereka menyempatkan diri dan antusias mengikuti sosialisasi.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber yakni anggota Majelis Permusyawarahan Rakyat Republik Indonesia, I Gusti Agung Rai Wirajaya; Akademisi Universitas Saraswati, I Gusti Ayu Diah Yuniti; akademisi Ir. Ketut Witarka Yudiarka dan Lurah Padangsambian, Ni Ketut Budiani.
Dalam kesempatan itu, Wirajaya menyegarkan pemahaman para peserta bahwa peran perempuan sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga :  Pasien Sembuh 8 Orang, Kasus Positif Bertambah 9 Orang

Menurutnya, kala pandemi ini peran perempuan justru semakin kompleks. Selain urusan domestik, mereka di organisasi PKK juga diajak turut mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi.
Dia menyadari bahwa kondisi ini sungguh berat bagi semua pihak. “Kondisi ini harus dilalui dengan sabar. Memang pandemi ini panjang, sudah setahun. Tapi mari kita tetap semangat,” ajaknya menggugah semangat para peserta.

Selain menerapkan dan mengedukasi program pemerintah, melalui perannya PKK diminta turut menjaga keutuhan NKRI mulai dari keluarga.

Baca juga :  Pilkada Serentak 2020, KPU akan Terapkan E-Rekap

Pandangan serupa soal strategisnya peran perempuan juga diungkapkan akademisi, I Gusti Ayu Diah Yuniti. Kendati demikian, dia mengajak para perempuan tidak terlena atas pengakuan itu dengan tetap produktif dan kreatif.
“Beberapa suami ada yang diberhentikan dan tidak bekerja. Jadi para istri bisa membantu. Bisa dengan menekuni hobi yang bisa bernilai ekonomis,” terangnya.

Terhadap peran itu, Sinta, salah satu warga Padangsambian menanyakan apa tips yang bisa dilakukan oleh perempuan untuk menjaga nilai gotong royong yang kini tegerus akibat pandemi.
Diah mengatakan kewaspadaan di tengah pandemi adalah hal yang wajib. Namun tidak boleh berlebihan. Perempuan diharap dapat mengenali pencegahan-pencegahan penularan Covid-19. ”Jangan terlalu parno, tapi tetap waspada,” imbuh Diah.

Baca juga :  Antisipasi Corona, Ditlantas Bentuk Tim Saat Layani Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan

Sementara Witarka turut membenarkan mewaspadai penularan kerap melahirkan kecurigaan berlebih di tengah masyarakat. Maka masyarakat diajak untuk taat menerapkan prokes.
Prokes, kata Witarka, merupakan terjemahan nilai perlindungan atas tumpah darah warga oleh negara. Hal itu juga telah diatur dalam UUD 1945.
“Tidak mungkin negara menyelakakan warganya,” ujar Witarka. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini