Kebijakan FCC pada 3 Zona Disorot, Dinilai Akomodasi Sentris

0
5
Kebijakan FCC pada 3 Zona Disorot, Dinilai Akomodasi Sentris
KUTA - Suasana Kuta yang diharapkan juga masuk zona hijau, sangat sepi dari aktivitas karena pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih.

Kuta, DENPOST.id

Kebijakan Free Covid Coridor (FCC) pada 3 zona (Nusa Dua, Sanur dan Ubud) mengundang sorotan salah seorang Tokoh Kuta, Wayan Puspanegara. Mantan Dewan Badung ini menilai penetapan 3 zona tersebut adalah kebijakan yang tidak adil dan akomodasi sentris.

“Ini sebuah kebijakan elistis/borjuis pariwisata yang sangat parsial dan melihat pariwisata itu hanya  sebagai sebuah akomodasi (hotel dan restoran),” sorotnya, Rabu (17/3/2021).

Baca juga :  Indeks La Nina Alami Peningkatan, Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari

Dikatakan elistis, kata dia, karena yang dibuat FCC hanya Nusa Dua, Sanur dan Ubud. “Mereka lupa bahwa Bandara Ngurah Rai sebagai palang pintu utama dengan masyarakat penyokongnya harus di-FCC terlebih dahulu dan Bandara adanya di Kecamatan Kuta,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan kalau pariwisata itu bukan hanya hotel dan restoran. Menurut Puspanegara, elemen pariwisata sangat kompleks, dari destinasi (objek wisata), atraksi, transportasi, ekshibisi, , akal budhi/budaya, konfrensi, biro perjalanan, suplayer hingga petani yang merawat alam.

Baca juga :  REDAM PHK, RAMAI-RAMAI BERIKAN DISKON

“Jadi kebijakan FCC ini pada 3 zona itu memang terlihat tidak adil dan tidak mampu mencermati secara tajam bahwa pariwisata itu terintegrasi inter dan antara semua elemen, dan endingnya untuk rakyat,” sodoknya.

Karena itu, sambung dia, yang harus dipahami adalah pariwisata kerakyatan. Karena saat ini yang menderita dan lumpuh layu  adalah rakyat yang bergelut langsung di sektor pariwisata. “Dan, Kuta adalah pariwisata menyatunya turis dengan rakyat (kampung turis). Bayangkan kalau turis ke Bali apalagi domestik maka kurang puas mengunjungi Bali sebelum datang ke Pantai Kuta,” katanya.  (113)

Baca juga :  Tempat Kerja Spa Tutup, Terpaksa Jual Tisu Keliling

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini