Warga Desa Sembiran Manfaatkan Tanaman Jadi Pewarna Alami Tekstil

0
6
picsart 03 17 06.24.34
PEWARNA ALAMI - Warga Desa Sembiran, Tejakula, saat mencacah daun mangga untuk dijadikan pewarna alami, Rabu (17/3/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Seorang pengusaha tekstil di Buleleng, Andika Putra asal Desa Sembiran, Tejakula memanfaatkan tanaman sebagai pewarna. Selain sangat ramah lingkungan, bahan baku sangat mudah didapat dan mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Pasar tekstil dengan pewarna alami sangat diminati di luar negeri dan dapat menjadi komoditi ekspor.

Nampak ibu-ibu sedang mencacah daun mangga menjadi kecil-kecil. Daun-daun mangga yang telah dicacah, selanjutnya direbus untuk dijadikan pewarna alami untuk tekstil. “Daun mangga ini akan melahirkan warna kuning, setelah dilakukan perebusan. Selain daun mangga, bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai pewarna, seperti serabut kelapa untuk warna coklat, daun ketapang untuk warna hitam, kayu secang untuk warna merah dan untuk warna biru mengunakan pohon strobilanthes atau akrab dikenal dengan nama kecibeling,” kata Andika Putra, Rabu (17/3/2021) saat ditemui dirumahnya.

Baca juga :  Seorang Warga Dihadang di "Shortcut" Titik 5 dan 6

Sebagain besar bahan baku pewarna dia dapatkan dari sekitar tempat usahanya yang banyak terdapat pohon mangga, kelapa dan ketapang. “Kita memilih memanfaatkan pewarna alami dari tanaman, selain cukup ramah lingkungan juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi dan bahkan produk-produk yang kita hasilkan lebih diminati di Eropa, Amerika, Jepang dan kini hingga Korea,” ungkapnya.

Butuh waktu hingga satu Minggu untuk menyelesaikan proses pewarnaan pada tekstil, dengan mengunakan bahan alami. Proses pencelupan dilakukan berkali-kali hingga warna yang dihasilkan tanaman dapat melekat pada serat tekstil. Satu produk tekstil dengan pewarna alami dibandrol dengan harga Rp450 ribu sampai Rp2 juta.

Baca juga :  Terapkan Jargon STOP, Buleleng Klaim Kasus HIV/AIDS Melandai

Bahkan untuk produk premium dapat dihargai mencapai Rp10 juta. LSelain itu, untuk yang berkeinginan memanfaatkan jasa celup pewarna alami dihargai dari Rp75 ribu sampai Rp200 ribu. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini