Bupati, Sekda dan Mantan Sekda Belum Komentar Soal Dugaan Korupsi Sewa Rumjab

0
19
Bupati, Sekda dan Mantan Sekda Belum Komentar Soal Dugaan Korupsi Sewa Rumjab
SERAH-TERIMA – Sekda Buleleng, Gede Suyasa saat serah-terima jabatan dengan mantan Sekda Buleleng, Dewa Made Puspaka, beberapa waktu lalu.

Singaraja, DENPOST.id

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan Sekda Gede Suyasa termasuk mantan Sekda, Dewa Made Puspaka, masih belum berkomentar soal kasus dugaan korupsi sewa rumah jabatan sekda. Dimintai konfirmasi via WhatsApp (WA) dan telepon, mantan Sekda Buleleng, Dewa Puspaka hingga Kamis (18/3/2021) pagi ini belum merespons.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Bali membidik dugaan kasus korupsi penyimpangan anggaran keuangan daerah untuk sewa rumah dinas jabatan Sekda Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Kumbakarna kawasan LC Bhaktiseraga, Singaraja. Dalam kasus tersebut, kerugian negara mencapai Rp 836.952.318.

Baca juga :  Oknum Polisi yang Diduga Peras WNA Jepang Dikabarkan Ditahan di Polda Bali

Menurut Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali, Zuhandi, hingga kini Sekda Kabupaten Buleleng tidak memiliki rumah jabatan. Namun dalam APBD, terdapat anggaran sewa rumah jabatan terhitung sejak tahun 2014 hingga 2020. “Ada perjanjian sewa antara PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan) pada Sekda Kabupaten Buleleng dengan pemilik rumah tentang sewa rumah jabatan,” ucapnya, Rabu (17/3/2021).

Karena ditemukan unsur penyimpangan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi, kemudian Jaksa Penyelidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bali menindaklanjuti hal tersebut. “Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 12 saksi pada tahap penyelidikan dan data yang berupa SP2D, ditemukan unsur-unsur bahwa kegiatan sewa rumah jabatan Sekda tersebut telah melanggar hukum,” kata Zuhandi.

Baca juga :  Doni Monardo Menduga Dirinya Terpapar Covid-19 Saat Makan Bersama

Menurut Zuhandi, pelanggaran tersebut juga terkait rumah yang disewakan adalah rumah pribadi Sekda.”Penyidikan ini masih bersifat umum. Dan akan segera dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk kemudian menetapkan tersangka,” bebernya. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini