Bangkitkan Pariwisata Bali Berbasis Prokes, Pecatu Kembangkan DTW Baru

0
13
picsart 03 21 03.06.03
DTW BARU - Pantai Nyang-nyang diprogramakan Desa Adat Pecatu sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru di Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Sejumlah daerah di Kabupaten Badung telah mempersiapkan diri untuk menyambut wacana dibukanya pariwisata melalui corridor free Covid-19, di Bali. Bahkan daerah penyangga pariwisata Nusa Dua, yakni Desa Adat Pecatu juga menyambut gembira adanya wacana tersebut.

Sejumlah sarana dan prasarana dipersiapkan untuk menyambut kedatangan wisatawan ke Badung, khususnya ke objek wisata yang dikelola Desa Adat Pecatu. Selain itu, Desa Adat Pecatu mengembangkan objek wisata Pantai Nyang-nyang untuk dijadikan Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru di Pecatu berbasis protokol kesehatan, selain DTW Uluwatu.    

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta yang dihubungi, Minggu (21/3/2021) mengatakan pihaknya masih melakukan penataan karena objek wisata ini masih baru. “Kita juga akan melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak untuk pengembangan pantai ini,” ujarnya.

Sumerta yang juga Ketua Komisi IV DPRD Badung ini juga mengungkapkan untuk penataan pantai ini, ada daratan dan alas haknya juga perlu dimohonkan ke BPN untuk pemanfaatan tebing, serta bentangan darat di pinggir pantai tersebut. “Kita lagi berproses program PTSL, setelah pandemi ini baru nanti kita rancang penataan Pantai Nyang-nyang secara matang lagi agar pantai ini tidak kumuh, namun memberikan dampak sosial ekonomi untuk krama Adat Pecatu. Ada sejumlah pantai lain selain Pantai Nyang-nyang yang akan kita tata, seperti Pantai Selonding dan Pantai Petapang. Target nanti semoga Covid-19 ini berlalu tahun depan kita akan tata lagi,” terangnya.

Baca juga :  Eka Indrawati : Lebih Baik Tambah Ruang ICU Daripada Peti Jenazah

Bagaimana dengan kesiapan protokol kesehatan  di sejumlah DTW yang dikeloal Desa Adat Pecatu? Sumerta mengatakan hal itu sudah dilakukan sesuai imbauan pemerintah. “Untuk di sejumlah objek wisata yang kita kelola, sudah pasti ada tempat cuci tangan dan wisatawan wajib cek suhu tubuh saat masuk ke objek wisata di Uluwatu. Di sejumlah tempat umum juga kita sediakan tempat cuci tangan untuk masyarakat, seperti di balai desa mapun pura kayangan tiga. Masyarakat juga harus menggunakan masker,” paparnya.

Terkait sarana toilet dan lainnya, khususnya di Pantai Nyang-nyang, Sumerta menyatakan pasti akan dibuatkan dalam waktu dekat ini. “Dua bulan ini akan kita siapkan, karena di sini juga ada Pura Batu Metandal, sehingga ada pamedek yang ke sana perlu kita fasilitasi toilet. Begitu juga wisatawan yang akan ganti baju sebelum atau sesudah mandi di Pantai Nyang-nyang ini,” ungkap anggota DPRD Badung tiga Periode tersebut.

Baca juga :  Tim Gabungan Sisir Denpasar dan Kuta untuk Cegah Kriminalitas

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Tjokorda Raka Darmawan dihubungi terpisah mengatakan untuk protokol kesehatan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Badung sudah dilakukan dan dilaksanakan dengan baik. ”Kita juga telah melakukan sertifikasi terhadap objek wisata maupun hotel dan restoran. Pengawasan juga kami lakukan, baik di lokasi objek-objek wisata maupun di masyarakat yang dilakukan oleh Satpol PP. Ini menunjukkan kita sudah mempersiapkan diri. Kapan pun pariwisata dibuka, Kabupaten Badung sudah siap termasuk juga dengan pelaksanaan vaksinnya yang kini terus berlangsung,” ujarnya.

Raka Darmawan berharap pariwisata Internasional benar-benar dibuka oleh Pemerintah Pusat. Pada, 26 Maret 202, akan dilakukan rapat antarmenteri dan sejumlah duta besar untuk memastikan negara mana yang sudah siap membuka diri. ”Kalau Daerah Tujuan Wisata  kita di Badung semua tetap berjalan, meski pun sangat sedikit tamu yang datang. Tentunya di Badung ini ada 11 DTW yang sudah disertifikasi dan mereka ini sudah semua melengkapi persyaratan fasilitas, serta sarana prasarana untuk Prokes-nya,” ujar Raka Darmawan.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 27 Pasien Sembuh dan 24 Positif

Pihaknya mengungkapka waktu ini juga ada program revitalisasi sarana toilet di Pantai Kuta dari Pemerintah Pusat, khususnya pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ada tiga toilet yang sudah diperbaiki oleh pihak kementerian. “Di DTW lain juga ada dari pusat, tapi dari pemerintah daerah baru sebatas pengawasan protokol kesehatan saja. Contohnya di Air terjun Nung-nung juga sudah dibantu toilet oleh pihak kementerian dan kini kondisinya sudah baik. Di DTW lain kami pantau masih baik dan bagus, seperti di Uluwatu, di Sangeh, Pandawa mau pun Pantai Melasti itu kondisinya sangat baik,” tandasnya. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini