Panti Asuhan Narayan Seva Manfaatkan Lahan untuk Ini

0
13
picsart 03 21 06.37.21
KEBUN HIDROPONIK - Kebun Hidroponik Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.

Singaraja, DENPOST.id

Di era modern seperti saat ini, berbagai inovasi teknologi diciptakan. Di bidang pertanian misalnya, hidroponik bukanlah barang baru. Bertani saat ini tak melulu harus dilakukan berpanas – panasan ataupun kotor – kotoran di sawah.

Dengan teknologi hidroponik siapapun mampu menjadi petani. Metode pertanian hidroponik saat ini, sedang digandrungi apalagi bagi orang – orang yang memiliki keterbatasan lahan dan ingin memanfaatkan lahan sempit di sekitar pekarangan rumahnya. Selain untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari – hari, hasilnya juga dapat menambah pendapatan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, mendukung masyarakat untuk memulai bercocok tanam dengan memanfaatkan teknologi hidroponik yang ditopang dengan listrik. Pemanfaatan listrik dalam menggenjot produktivitas ekonomi melalui pertanian ini, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat dan wilayah yang perekonomiannya sedang tumbuh.

Baca juga :  Kodam IX/Udayana Mulai Gunakan Vaksin Astrazeneca

Manager Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya mengatakan Electrifying Agriculture menjadi misi PLN saat ini untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, khususnya di masa pandemi.

“Kami ingin mendukung masyarakat yang menggeluti industri pertanian untuk bisa meningkatkan produktivitasnya, dengan memanfaatkan listrik sebagai penunjang. Salah satunya bisa dengan metode bercocok tanam hidroponik,” kata Praditya, Minggu (21/3/2021).

Sementara Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Kabupaten Buleleng saat ini memanfaatkan metode hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan hariannya. Dengan memanfaatkan lahan seluas 8 meter x 10 meter, Ni Nyoman Sundari, pengelola panti mampu menghasilkan berbagai macam sayur, seperti kangkung, sawi, selada, bok chay dari 1.000 lubang tanam yang dipanen, setelah masa tanam selama 35 hari.

Baca juga :  Lima SD di Nusa Penida Belum Penuhi Syarat PTM

Sistem hidroponik yang diterapkan menggunakan sistem Bed dan Piramid dengan instalasi desflow system (DST), yakni dengan memanfaatkan mesin pompa aquarium 105 daya 50 watt dan menyala selama 24 jam.

Sundari menuturkan jika diasumsikan hasil panen bisa mencapai 165 kg dan harga sayuran rata – rata Rp12 ribu per kg, sehingga total hasil panen bisa memperoleh sekitar Rp1.980 ribu per 35 hari.

Baca juga :  Banjir di Pengambengan, Puluhan Rumah Terendam

“Modal kami untuk sekali panen sekitar Rp325 ribu, sedangkan untuk konsumsi listrik bisa dibilang murah karena sebulan hanya membayar sekitar Rp122 ribu saja,” jelasnya.

Saat ini daya listrik yang digunakan untuk menopang produksi hidroponik sebesar 2.200 VA. Dirinya menambahkan bahwa panti asuhan memiliki rencana kedepan, yakni menambah daya listrik untuk menunjang lampu UV, sehingga masa panen bisa dipercepat dan produktivitas hasil hidroponik bisa meningkat.

Hasil panen sayuran melalui hidroponik ini sebagian besar digunakan untuk konsumsi sebanyak 88 anak asuh yang menghuni Panti Asuhan ini. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini