Jaga Hutan, KPH Bali Barat Gagas Ini

0
51
picsart 03 21 06.37.48
TANAM POHON - Penanaman pohon dilaksanakan di Hutan Yehembang Kauh, serangkaian pencanangan Hutan Belajar dan Hari Hutan Sedunia.

Negara, DENPOST.id

Hutan di Bali barat kini kondisinya memprihatinkan. Alih fungsi lahan telah terjadi. Kepala UPTD KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Barat), Agus Sugiyanto di sela-sela kegiatan pencanangan Hutan Belajar, Sabtu (21/3/2021) di Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo menjelaskan Hutan Belajar ini, merupakan penanganan dalam menjaga hutan.

Luas hutan di Jembrana sekitar 37.000 hektar yang pembagian bloknya berdasarkan RPH JP KPH Bali Barat tahun 2018-2027, yakni blok inti hutan lindung, blok pemanfaatan dan blok khusus. Basis pemanfaatan hutan lindung supaya dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan dengan tidak merusak hutan, sehingga perambahan hutan tidak terjadi dan pengelolaan sesuai dengan aturan perundang-undangan kehutanan.

Baca juga :  Mayat Bayi Dalam Kardus Gegerkan Warga Desa Kloncing

Pencanangan Hutan Belajar dihadiri juga Yayasan Basebali dan Yayasan IDEP Selaras Alam, juga dihadiri Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Bali Barat. Hutan Belajar ini, digagas sebagai upaya konservasi dan edukasi terhadap masyarakat. Selama lebih dari sembilan tahun, kedua organisasi lokal ini memperjuangkan upaya pelestarian hutan Bali Barat.

Dimulai dari program Hutan Sekolah yang mendapat tanggapan baik dari masyarakat hingga lebih luas menjadi Hutan Belajar. Hadirnya Hutan Belajar tidak hanya sebagai media pembelajaran bagi masyarakat lokal, melainkan juga mencerminkan konsep yang selaras antara lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya.

Baca juga :  Tim Gabungan Jembrana Tindak Lima Orang Tanpa Masker

Terlebih terkait konservasi hutan yang sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, baik bagi lokal maupun global. Perwakilan dari Basebali, Putu Bawa mengatakan penanaman pohon yang dilakukan berdekatan dengan Hari Hutan Sedunia ini, didominasi oleh tanaman endemik Jembrana dan tanaman untuk konservasi air. Hutan Belajar dengan luas 4 hektar akan ditanami Kwanitan, Pala Bali, Durian, Bambu Kuning, Akar Wangi, Ancak, Intaran, Kelapa Daksina, Bambu Tali, Pentung Hitam, Cempaka dan Majegau. Kemudian, ritual keagamaan dilakukan dengan upacara Ngatagin Pohon yang dipandu pemangku dan bendesa adat dari Yehembang Kauh, Kedisan, Yeh Buah, dan Munduk Anggrek.

Baca juga :  Hadapi Virus Corona, Kembang Cek Kesiapan RSU

Kedua kegiatan tersebut, dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan selalu mengikuti protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sementara Edward Angimoy selaku Koordinator Pengembangan Sumberdaya Yayasan IDEP mengatakan Hutan Belajar ini akan bermanfaat secara ekonomi, ekologi dan sosial. Selain itu, hutan belajar tak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan di Yeh Buah, Desa Yehembang Kauh tetapi juga bagi masyarakat luar, terutama pelestarian tanaman endemik seperti jenis pohon kayu Kwanitan. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini