IND-COVID19
Terkonfirmasi 1,571,824 +4,829 baru hariini Meninggal 42,656 +126 baru hariini Sembuh 1,419,796 Dirawat: 109,372 Terkini: Selasa, 13 April 2021 03:10 - 3:10 am (+08:00)

Prof. Wayan ‘’Kun’’ Adnyana Kini Rektor ISI Denpasar Pascadilantik Mendikbud

REKTOR ISI - Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2021-2025 Prof. Dr. Wayan ‘’Kun ‘’ Adnyana .

Denpasar, DenPost.id
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melantik Prof. Dr. Wayan ‘’Kun ‘’ Adnyana menjadi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2021-2025, Senin (22/3/2021) di Plaza Insan Prestasi, Gedung Ki Hadjar Dewantara Kementerian dan Kebudayaan, Jakarta. Mendikbud Nadiem mengharapkan agar Rektor yang baru dilantik ini segera bekerja untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dengan kebijakan ‘’Merdeka Belajar-Kampus Merdeka’’. Unggul ini termasuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan daya saing global.

Prof ‘’Kun ‘’ Adnyana, saat dihubungi dari Denpasar setelah pelantikan , menyatakan sanggup menjawab harapan Mendikbud tersebut. “Visi Mas Menteri, sebagaimana diproyeksikan sebagai renstra Kemendikbud, dan termanifestasi dalam perjanjian kinerja dengan Rektor, dengan tegas menandaskan indikator kinerja utama yang mesti dijawab Rektor bersama seluruh pemangku kepentingan ISI Denpasar yakni soal daya saing perguruan tinggi,’’ tegasnya.

Orientasinya, tambah Kun, selain tentang akses, mutu, dan relevansi, yang terpenting adalah peningkatan daya saing global. ‘’Kami menegakkan visi ISI Denpasar ke depan sebagai pusat unggulan, yang sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali, yakni dalam dimensi budaya sebagai Bali Padma Bhuwana (Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia), dengan branding Global-Bali Arts and Creativity Hub (G-BACH),” terang mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini.
Kun menambahkan ISI Denpasar yang merupakan perguruan tinggi seni satu-satunya di Bali, bahkan di Indonesia tengah, berperan penting dan strategis. “Selain mengimplementasikan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka untuk mencapai pembelajar yang mandiri, kritis, dan kreatif, juga secara efektif akan dilakukan upaya sistematis dalam mewujudkan lembaga pendidikan tinggi kreatif ini berdaya saing global. Posisi Bali sebagai lokus sangat menguntungkan dan berkah. Bali memiliki ekosistem kreatif, dan sejarah kehidupan seni yang panjang, juga telah menjadi ruang campuan kompetisi global seni budaya. Bali juga brand yang dikagumi dunia,sehingga upaya menjadikan ISI Denpasar sebagai hub internasional dalam dialog, sinergi, dan kolaborasi seni budaya tingkat dunia optimis dapat terwujud” tegasnya.

Berita Terkait :
Advertising
Advertising

Mengenai mutu pendidikan, Guru Besar sejarah seni ini menguraikan bahwa pihaknya akan menggandeng seluas-luasnya maestro seni dan kalangan profesional, termasuk profesor internasional , sebagai dosen tamu berkolaborasi dengan dosen ISI Denpasar di semua program studi. “Termasuk mengarusutamakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sebagai arena riset/cipta karya seni melalui projek independen, pengajaran di satuan pendidikan terpencil, kerja sama strategis dunia usaha/industri, dan pengabdian masyarakat tematik. Upaya daya saing dirancang dengan jejaring lembaga pendidikan tinggi dan medan seni/kreatif dunia (arts and creative world),” terang Prof Kun.

Sedangkan Rektor ISI Denpasar periode 2017-2021, Prof. Dr. Gede AryaSugiartha berkeyakinan bahwa Prof. Kun dapat membawa ISI Denpasar ke
depan ke persaingan global, termasuk meningkatkan prestasi yang sudah tercapai selama ini. Melihat kinerja dalam memimpin Dinas Kebudayaan Provinsi Bali selama hampir dua tahun, yang penuh dengan kreativitaspenyelenggaraan program dan kegiatan seni budaya, walau pada situasipandemi, pihaknya sangat berkeyakinan bahwa Prof. Kun juga akan berhasil memimpin kampus kebanggaan krama Bali ini. (r)

Posting ini diterbitkan pada Senin, 22 Maret 2021 20:49

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai*

Berita Terkait :
Berita Terkini

This website uses cookies.