Bali Butuh 5 Juta Vaksin Lagi

0
5
picsart 03 23 09.11.08
TINJAU VAKSIN - Gubernur Koster, saat meninjau vaksinasi di kawasan Ubud, Gianyar.

Sumerta Kelod, DENPOST.id

Provinsi Bali, membutuhkan 5.720.232 dosis vaksin Sinovac untuk mencapai jumlah minimal kekebalan kelompok, yakni 70 persen dari jumlah penduduk Bali, yakni 4,3 juta jiwa.

Demikian dikatakan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam siaran pers, Selasa (23/3/2021) di Denpasar. Saat ini, vaksin yang telah diterima Bali, sebanyak 710.480 dosis.

“Tercatat jumlah penduduk yang sudah divaksinasi di Bali sebanyak 139.884 orang dan lagi 2.860.116 penduduk Bali belum divaksinasi, sehingga saat ini saya sedang berjuang agar 2.860.116 orang ini segera mendapatkan vaksinasi,” ujar Koster.

Baca juga :  Diduga Palsukan Kuitansi, Diadukan ke Polda Bali

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk kelompok masyarakat yang sudah divaksin secara tuntas adalah tenaga kesehatan sejumlah 44.426 orang atau 112,23 persen. Untuk kelompok masyarakat yang sedang divaksinasi meliputi lansia, pelayan publik seperti petugas keamanan, pegawai, petugas transportasi, sektor pariwisata, pedagang pasar, tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pegara, atlet dan wartawan hingga masyarakat perkotaan.

Dia menyebutkan pelaksanaan vaksinasi di Bali, akan berlangsung 100 hari ke depan sejak, 23 Maret sampai 30 Juni 2021. Dari target itu, dia menargetkan masyarakat yang divaksin berjumlah 28.602 orang perhari.

Baca juga :  Pelecehan Seksual pada Anak Marak, Ini Kata Legislator Bali

Soal target masyarakat yang divaksin dalam sehari? Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menerangkan bahwa saat ini Bali hanya mampu mencapai 19 ribu jiwa per hari. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali terus meningkatkan upaya vaksinasi.

Demi kelancaran vaksinasi, pemprov telah menerjunkan vaksinator sejumlah 716 orang dan juga sumber tenaga vaksinator ini berasal dari tenaga kesehatan provinsi/kabupaten/kota dan TNI/Polri. (106)

Baca juga :  SMAN 7 Denpasar terapkan Pembelajaran Efektif Saat Pandemi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini