Ngamuk, Seorang Warga Papua Diamankan

0
6
Ngamuk, Seorang Warga Papua Diamankan
DIAMANKAN - Seorang warga Papua yang diamankan karena mengamuk di Kota Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Salah seorang  warga Merauke, Papua  yang  beberapa kali ngamuk dan berulah di Jembrana kembali diamankan pada Selasa (23/3/2021). Warga ini juga meresahkan pengguna jalan yang melintas di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk ruas Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pendem, Jembrana.

Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, lelaki yang juga  sempat diamankan pada Senin (15/3/2021) lalu tersebut menghadang pengguna jalan yang melintas di traffic light TMP untuk meminta uang. Bahkan sejumlah pemotor sempat dikejar dan diancam akan dipukul ketika menolak memberikan uang.

Baca juga :  Pelabuhan Gilimanuk Dikabarkan Tutup, ASDP Sebut Itu Hoaks

Personel Satpol PP Jembrana yang mengamankan lalaki yang mengaku bernama Johansyah Maro Kaemaraemu (28) ini pun dibuat kewalahan. Sempat berusaha melarikan diri saat diciduk, pria ini terus memberontak saat digelandang ke Kantor Satpol PP.

Hingga Selasa (23/3/2021) sore lelaki tersebut masih berontak dan berusaha melarikan diri, bahkan memutuskan rantai borgol. Maro mengaku keluarganya berada di Malang, Jawa Timur. Dia juga mengaku ikut kerja proyek bangunan di Canggu. Dia mengaku  tinggal di mes proyek di Munggu sejak Desember 2020 lalu.

Baca juga :  TMMD ke -110 di Jembrana, dari Bangun Jalan hingga Sumbang Kambing

Sempat juga tinggal di mes  Dinas Sosial Provinsi Bali di Denpasar dan kabur.  “Saya mau merantau cari makan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, dr. I Made Dwipayana, mengakui saat dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Bali, Maro ditumpangkan bus. Namun ia membantah lelaki tersebut kabur di perjalanan. “Kami selalu pantau baik pihak sopir bus maupun Dinas Provinsi hingga di jemput petugas di Terminal Ubung Denpasar,“ terangnya.

Baca juga :  Diduga Frustrasi, IRT Gantung Diri

Namun setelah sampai di Dinas Sosial Provinsi Bali, ternyata lelaki ini kembali berulah dan melarikan diri.

“Yang jelas sudah sampai di provinsi dan sempat ditangani. Tapi karena saat itu sudah sore sehingga ditempatkan di selter menunggu proses pemulangan keesokan harinya. Melihat ada kesempatan, dia melarikan diri dan surat pengantar ke daerahnya dirobek,” ungkapnya. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini