PHDI Kecewa Tersangka Masih Beratribut Sulinggih

0
37
picsart 03 25 08.34.56
DILIMPAHKAN - Oknum sulinggih yang diduga terlibat kasus pencabulan, tersangka Wayan M, saat dilimpahkan ke Kejari Denpasar, Rabu (24/3/2021).

Tonja, DENPOST.id

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. IGN Sudiana, menegaskan, tersangka I Wayan M tidak terdaftar sebagai sulinggih di PHDI, baik di PHDI Gianyar maupun Provinsi. “Sekalipun tidak tercatat di parisada, tapi kata sulinggihnya ini, parisada menjadi tanggung jawab. Bahwa, sulinggih tidak boleh ditahan,” ujarnya, Rabu (24/3/2021).

Dia menyayangkan seorang oknum sulinggih yang ditahan, masih mengenakan atribut yang identik dengan sulinggih Hindu salah satunya rambut maprucut di ubun-ubun.
Sudiana menyebutkan, dalam dresta atau budaya Bali, seorang yang berstatus sulinggih tidak elok menjalani proses hukum. Itu karena sulinggih adalah sosok yang disucikan oleh umat Hindu.
Untuk tetap menaati bahwa semua orang sama di mata hukum, maka kesulinggihan oknum tersebut harus dilepas oleh nabe atau guru spiritualnya.

Baca juga :  Gubernur Bali Apresiasi Rancangan Peraturan Walikota Denpasar

“Tiang dengar sudah dipatita, artinya sudah dinyatakan bersalah oleh nabe. Tidak boleh muput. Tapi belum dicabut kesulinggihannya,” ujar Sudiana.

Maka dari itu, dia menyebutkan bahwa sepanjang oknum tersebut bergelar sulinggih, diharapkan tidak ditahan dahulu atau berstatus tersangka, sebelum dilakukan pelepasan kesulinggihan.
Setelah kesulinggihan dilepas, lanjutnya, yang bersangkutan kembali menjadi umat umum, barulah dapat diproses, sehingga yang diadili adalah masyarakat pada umumnya, bukan sulinggih.

Baca juga :  DB Telan Korban di Pengambengan

Menurut Sudiana, ini juga bertujuan untuk mencegah dampak buruk kepada sulinggih Hindu lain, khususnya yang ada di Bali.
“PHDI Provinsi Bali dalam hal ini menyarankan penegak hukum agar berkonsultasi dulu kepada nabe. Supaya dicabut dulu kesulinggihannya, supaya tidak ada kata sulinggih ditahan. Kami sangat menyayangkan (tersangka masih berstatus sulinggih). Kalau memang dia terbukti, dan sudah ada pencabutan kesulingihan dari nabe, tidak boleh memakai atribut sulinggih. Tidak boleh (maprucut),” pungkasnya. (106)

Baca juga :  Pasar Kidul Mulai Disterilkan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini