Tajen Kembali Berulah, Kapolres Klungkung Ancam Copot Kapolsek

0
16
picsart 03 25 06.16.27
JUDI TAJEN - Anggota Polres Klungkung, saat mengecek lokasi yang diduga sebagai tempat judi tajen, Kamis (25/3/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Di masa pandemi Covid-19, tak kunjung mereda justru judi sabung ayam (tajen) semakin merebak di Kabupaten Klungkung. Menyikapi hal tersebut, Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan sejumlah tajen yang digelar di sejumlah desa.

Bahkan, pihaknya mengancam akan mencopot para Kapolsek yang gagal menertibkan judi tajen yang kembali berulah di wilayahnya masing-masing.

“Kalau memang ada nanti akan kami bubarkan,” tegas Kapolres, Bima Aria, ketika dikonfirmasi, Kamis (25/3/2021).

Menurut Kapolres, dirinya sudah menerjunkan personel untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat. Ada sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi tajen didatangi oleh anggota Polres Klungkung. Di antaranya di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, dan Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan.

Baca juga :  Karena Corona, Desa Adat Buleleng Tiadakan Melasti

Hasilnya, di lokasi tersebut petugas memang mendapati arena untuk menggelar tajen. Ada yang permanen terbuat dari beton, ada pula yang menggunakan bekas karung beras. Namun sayangnya, di arena tajen khusus yang di Desa Tangkas dan Getakan sudah sepi. Tidak ada aktivitas perjudian yang ditemukan.

Saat petugas datang, para penjudi sudah lebih dulu lari tunggang langgang. Hanya sisa-sisa sampah dan juga barang jualan seperti air mineral milik pedagang asongan.

Baca juga :  Satu Orang Positif Covid 19, Pegawai Salon Jadi PDP

“Yang di Desa Tangkas dan Getakan sudah dibubarkan. Begitu petugas datang lari semua, jadi tidak ada yang diamankan. Tapi kalau besok-besok ada lagi, saya akan buat tim khusus saya tangkap langsung,” tegasnya.

Kapolres memastikan pihaknya terus akan melakukan pengawasan. Bahkan, jika masih didapati adanya judi tajen, maka dirinya tak segan akan mencopot para Kapolsek yang bertanggung jawab di wilayah hukum tersebut. “Hari ini sudah bergerak semua, hari ini sudah tidak ada lagi tajen. Kalau masih ada saya copot semua Kapoksek,” imbuhnya.

Baca juga :  Pascalibur Panjang, Kasus Covid-19 di Klungkung Melonjak

Sementara Perbekel Kamasan, Gede Buda Artawan saat dikonfirmasi mengingat nama desanya disebut-sebut sebagai salah satu lokasi judi tajen mengatakan, dulu sebelum PPKM Mikro diberlakukan memang masih ada praktik judi tajen di desanya. Hanya saja, kini sejak PPKM Mikro judi tersebut sudah tidak ada lagi. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini