Stok Vaksin di Bali Mulai Menipis, Tak Pengaruhi Target Vaksinasi

0
8
Konsep Otomatis
Kadiskes Bali Ketut Suarjaya (DenPost/dok)

Kereneng, DenPost.id

Stok atau ketersediaan vaksin Sinovac buatan Tiongkok di Bali mulai menipis. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Sabtu (27/3/2021), di Denpasar. “Stok vaksin emang sudah menipis. Hari ini (Sabtu) saya lihat di seluruh Bali masih 95 ribu vaksin. Itu tersebar,” ujarnya.

Tapi kondisi itu, menurut Suarjaya, tak mengganggu capaian atau target vaksinasi dosis pertama di Bali yang tuntas pada Juni mendatang. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai jatah vaksin untuk Bali.

Suarjaya belum berani mengungkap kapan jadwal vaksin akan tiba di Pulau Dewata. “Menurut informasi, tiap Minggu akan ada ke Bali. Astungkara,  semoga datang,” tegasnya.

Baca juga :  Awan Ini Picu Fenomena Halo Matahari

Sejauh ini progres vaksinasi di Bali berjalan baik dan lancar.  Hal ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak maupun jajaran pemerintah dan instansi vertikal maupun swasta. Kepada kadiskes kabupaten/kKota, Suarjaya mengingatkan agar tetap melakukan vaksinasi  di daerah masing-masing.

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa kelompok masyarakat yang sudah divaksin secara tuntas adalah tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 44.426  (112,23%). Sedangkan kelompok masyarakat yang sedang menjalani vaksinasi sampa saat ini meliputi lansia, pelayan publik (petugas keamanan, pegawai pemerintah, petugas transportasi, pelaku pariwisata, pasar swalayan, pedagang pasar, tenaga pendidik, pegawai Bandara Ngurah Rai, pegawai pelabuhan, pegawai perbankan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, atlet, dan wartawan) hingga masyarakat perkotaan.

Baca juga :  Denpasar Produksi 8,5 Ton Benih Lele Per Tahun

Kemudian data 25 Maret 2021 jumlah penduduk yang sudah divaksinasi hampir mencapai 250 ribu, sedangkan yang belum sebanyak 2,5 juta orang. “Kami harapkan vaksinasi di Bali rampung dalam seratus hari, dari 22 Maret  hingga 30 Juni nanti, atau target perhari mencapai empat puluh ribu hingga lima puluh ribu divaksin,” tegas Wayan Koster.

Guna mendukung suksesnya vaksinasi ini, dia melibatkan hampir 3.000 vaksinator yang berasal dari nakes RS pemerintah dan swasta, termasuk bidan dan perawat, serta unsur TNI/Polri.  Di samping juga tenaga pendukung sebanyak 12.000 yang berasal dari nakes maupun nonnakes.

Baca juga :  Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona, Pimpinan Ormas Sampaikan Seruan

“Pencapaian target vaksinasi sangat tergantung dengan jumlah vaksin yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Bali, mengingat ketersediaannya yang terbatas. Untuk itu saya berupaya keras agar Bali mendapat alokasi yang mencukupi untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunitas guna mencegah penularan covid-19. Pencapaian ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam rangka pemulihan pariwisata Bali,”  tegasnya.

Target vaksinasi tersebut sudah cukup untuk herd immunity (kekebalan kelompok). Dengan demikian, mulai Juli 2021 pariwisata untuk wisatawan mancanegara bisa dibuka secara bertahap dan terbatas. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini