Polda Bali dan TNI Tingkatkan Pengamanan Pascabom Makassar

0
6
Polda Bali dan TNI Tingkatkan Pengamanan Pascabom Makassar
PENGAMANAN - Anggota TNI dan Polri melakukan pengamanan di salah satu gereja yang melaksanakan kebaktian di Denpasar, Minggu (28/3) kemarin. (DenPost.id/ist)

Kereneng, DenPost.id

Aksi teroris yang meledakkan bom bunuh diri di Gereja Katerdal, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat Polda Bali memperketat keamanan di wilayah. Tak hanya menjaga gereja di seluruh kabupaten, polisi juga memeriksa ketat pelabuhan dan pintu masuk Pulau Dewata.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi, Minggu (28/3/2021), mengatakan pendataan penduduk pendatang yang belakangan masuk Bali juga gencar dilakukan. “Pengamanan dan pemeriksaan ketat langsung dilakukan terhadap orang-orang yang masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk maupun Padangbai,” tegasnya.

Baca juga :  Pura-pura Tawarkan Makanan, Ibu Rumah Tangga Mencuri

Menurut Syamsi, Polda Bali juga menginstruksikan polres-polres jajaran agar meningkatkan pengawasan dan patroli, baik di gereja, titik rawan atau rumah kos, dan penginapan, untuk mendata penduduk pendatang. “Hingga kini situasi keamanan Bali kondusif dan aman,” tegasnya.

Sementara itu anggota Korem 163/Wira Satya bergerak cepat pascabom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulsel, Minggu (28/3/2021). Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf melalui Kapenrem Mayor Arm.Ida Bagus Putu Diana Sukertia mengatakan bahwa Danrem memerintahkan para Dandim dan jajaran agar menurunkan personel TNI dan para Babinsa untuk melakukan patroli dan monitoring wilayah.

Baca juga :  Jambret Berhasil Kabur dari Tahanan Polsek Kuta

Dijelaskannya patroli dan monitoring dilakukan di tempat-tempat strategis dan objek vital seperti gereja-gereja,tempat ibadah lain, serta fasilitas publik, di seluruh Bali. Terlebih pada pekan ini merupakan hari ibadah atau kebaktian bagi umat nasrani sehingga keamanan perlu dijamin. “Kami di Korem 163/Wira Satya dan jajaran mengintensifkan pengamanan dengan patroli dan monitoring. Tujuannya mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin dilakukan pihak atau kelompok tak bertanggung jawab yang ingin mengganggu ketertiban dan kondusivitas kehidupan masyarakat di Bali,” jelas Kapenrem.

Baca juga :  Kemukakan ‘’Urban Farming’’, AA Gde Agung Jadi Pembicara Utama pada Webinar Kagama

Menurut dia, pengamanan dilakukan bersinergi dengan semua unsur seperti polisi, aparat pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kami berharap kondusivitas keamanan di Bali tetap terjaga dengan baik serta mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga wilayah masing-masing. Jika ada hal-hal yang mencurigakan segera ditindaklanjuti dengan melapor ke aparat terkait,” pungkas Diana Sukertia. (yan)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini