Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya Sampaikan Mosi Tak Percaya ke Kadus

0
8
picsart 03 29 05.19.48
DATANGI DESA - Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Jembrana, saat mendatangi kantor desa dan menyampaikan mosi tidak percaya pada kepala dusun, Senin (29/3/2021)

Negara, DENPOST.id

Sejumlah warga Banjar Sebual yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Jembrana, Senin (29/3/2021) mendatangi kantor desa setempat, dan menyampaikan mosi tidak percaya pada Kepala Dusun Sebual.

Koordinator Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Putu Oka Margana dan Made Widiarsa mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan surat pernyataan terhadap kinerja Kadus Sebual, Ketut PA. Mereka mengaku tidak mempercayai kepemimpinan dan kinerja kadus karena dinilai sering bertindak di luar kewajaran sebagai pelayan masyarakat, sehingga menurunkan wibawa banjar.

Baca juga :  Di Jembrana, Dua Pasien Covid-19 Meninggal

Mereka sepakat menuntut sikap perbekel agar menindaklanjuti dugaan pelanggaran, mengingat jabatan kadus sebagai perangkat desa yang harus tetap dijaga kewibawaannya, baik etika, moral maupun norma hukum.

Kadus dinilai sering terindikasi lepas dari tugas pokok fungsi (Tupoksi) layaknya sebagai kadus. Seperti adanya dugaan pungli terhadap warga pindahan di luar masyarakat Sebual. “Ini harus ditindaklanjuti dengan tegas karena jelas melanggar Peraturan Presiden No. 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli,” jelasnya.

Dari pertemuan tersebut, kata dia, pihaknya tidak menuntut perbekel/pemerintah untuk melakukan eksekusi. Namun hanya ingin mendengar pernyataan bahwa itu melanggar. “Untuk kelanjutannya nanti kami akan koordinasikan lagi,” ujarnya.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Dansat Brimob Polda Bali Serahkan Ini

Dengan adanya pernyataan dari perbekel, bahwa kadus sudah diberikan SP 1 dan itu melanggar, pihak aliansi mengaku menerima.

Sementara Perbekel Dangintukadaya, Gusti Putu Murdi mengatakan terkait adanya kedatangan aliansi ke kantor desa, pihaknya menyampaikan terimakasih karena sudah mau menyampaikan aspirasi. Pihaknya mengaku sudah menindaklanjuti dengan turun ke lapangan, dengan melibatkan BPD dan aparat desa dan juga banjar, sehingga dari keterangan yang didapat di lapangan pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada kadus.

Baca juga :  Rekrutmen Ratusan THL, Kasat Pol PP Gianyar : Itu Tidak Benar

Diharapkan kadus tidak mengulangi lagi hal itu, dan memperbaiki karakternya dan lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat. “Sebelum aliansi datang, kami jauh-jauh hari sudah menindaklanjuti informasi itu, apalagi diunggah di media sosial. Namun tetap kami praduga tidak bersalah dan kami berikan peringatan. Kami harap dengan peringatan itu, tidak terjadi lagi hal seperti itu,” jelasnya. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini