TAJEN SEPI, PENGASAH TAJI NGANGGUR

0
5
picsart 03 31 03.57.08
ASAH TAJI - Made Kertayasa (52) tukang asah taji saat mengerjakan orderan pelanggannya. Belakangan orderan kian sepi lantaran Covid-19.

Singaraja, DENPOST.id

Judi tajen yang terdampak masa pandemi karena dianggap menimbulkan kerumunan kian sepi. Ada beberapa yang nekat menggelar tajen meski kucing-kucingan dengan petugas, namun cepat terendus. Tak hanya dibubarkan dan penyelenggaranya ditangkap. Kalangan atau arena tajen pun dirusak bahkan ada yang sampai dibakar.

Sepinya tajen ini berdampak pada penghasilan tukang asah taji. Seperti yang dialami Made Kertayasa (52), seorang warga Kelurahan Penarukan, Buleleng. Bapak dua anak asal Desa Alasangker, Buleleng ini sudah sejak SMP diajari mengasah taji oleh orangtuanya. “Sampai sekarang masih tetap nyangih (mengasah). Tetapi karena Covid-19, tidak ada tajen ya sering nganggur, gak banyak pelanggan datang,” ucapnya saat ditemui Rabu (31/3/2021) di sela-sela mengerjakan orderan pelanggan yang jumlahnya tak seberapa.

Baca juga :  Seruduk Truk, Pelajar SMA Tewas

Kertayasa membuka usaha asah taji menjadi satu dengan warung nasi istrinya. Sejak Covid-19, dia terpaksa menjadi tukang parkir di areal Taman Kota Singaraja agar dapurnya bisa tetal ngebul. Biasanya, dia memasang tarif Rp 5 ribu per taji yang diasahnya. Dikatakannya, tidak sembarang orang bisa mengasah taji. Ada teknik khusus dan tahu bagian mana yang harus diasah. “Mudah-mudahan Covid cepat berlalu, tajen ramai tentu yang nyangih taji juga banyak,” harapnya.(118)

Baca juga :  PHDI Diharapkan Mampu Bentengi Umat Hindu

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini