Diduga Masalah Ekonomi, Petani Tewas Tergantung di Plafon

0
7
picsart 04 02 02.15.14
IDENTIFIKASI - Petugas saat melakukan identifikasi jenazah I Wayan Redana.

Bangli, DENPOST.id

Kasus dugaan bunuh diri kembali terjadi di Bangli. Kali ini dilakukan I Wayan Redana, warga Banjar Tegalasah Kaja, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku.

Petani 49 tahun ini, ditemukan tewas oleh istrinya, Ni Wayan Rata dalam kondisi tergantung di langit-langit plafon rumahnya, Kamis (1/4/2021) sekitar pukul 11.45 Wita.

Informasi yang dihimpun di lapangan, tak ada kecurigaan dari Rata. Sebelum kejadian, suaminya beraktivitas seperti biasanya. Sekitar pukul 11.00 Wita, saksi Rata mendahului suaminya untuk pergi ke sawah. Namun, suaminya tak kunjung menyusul sebagaimana hari biasanya. Karena tak kunjung datang, Rata pun kembali pulang mencari suaminya.

Baca juga :  Mencuat, Usulan PSBB di Denpasar

Sesampainya di rumah, saksi mendapati anak tangga di bawah lubang plafon rumahnya. Dia pun mengecek dan melihat ke atas dengan cara naik ke tangga tersebut. Alangkah terkejutnya Rata menemukan suaminya sudah tergantung di langit-langit rumah atas plafon tersebut.

Saksi pun berteriak minta tolong ke anggota keluarga, serta warga yang lainnya. Korban selanjutnya diturunkan, di mana saat dicek kondisi tubuh korban masih hangat dan diduga masih hidup. Korban kemudian dirujuk ke RS BMC Bangli, sayangnya sesampainya korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca juga :  Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pekak Degeng Ditemukan Gantung Diri

Hasil pemeriksaan luar ditemukan luka bekas jeratan tali pada leher, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Mengeluarkan cairan pada kemaluan, serta dubur dan diduga sudah meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Dhana Aryawan membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara korban murni bunuh diri. Sebagaimana hasil keterangan pihak keluarga, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran dipicu masalah ekonomi. (128)

Baca juga :  Maling Gasak Pratima Pura Dalem Petemon, Gianyar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini