Diduga Langgar IMB, Tim DPMPTSP Badung Sidak Bangunan Villa

0
7
picsart 04 02 04.54.54
TIM SIDAK - Tim Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung, saat sidak bangunan villa di Banjar Tiing Tutul, Desa Tumbak Bayuh Mengwi yang diadukan melanggar IMB, Kamis (1/4/2021)

Mangupura, DENPOST.id

Tim Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Kabupaten Badung, melakukan sidak bangunan villa di Banjar Tiing Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung yang diadukan melanggar Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Kamis (1/4/2021).

Kasi Pengaduan PMPTSP Badung, Nyoman Wirnata membenarkan adanya pelanggaran seperti yang diadukan. “Memang benar terjadi pelanggaran dalam pembangunan pagar yang dilakukan pihak terlapor karena menempel dengan tembok pelapor apalagi ada terminal listrik. Tembok yang dipasang di bor dan di las ke tembok milik pelapor. Terlebih lagi tembok yang ditempel dikhawatirkan tidak mampu menahan beban rangka baja yang dipasang,” kata Wirnata.

Pihaknya pun akan memanggil kedua belah pihak ke kantor. “Kami akan mediasikan dulu. Namun kami sudah catat pelanggarannya,” ucap Wirnata.

Baca juga :  Call Center 110 Polres Buleleng Siap Layani 24 Jam

Sementara I Komang Sutrisna, S.H., yang merupakan kuasa hukum Amalia Regina Kandou yang mengadukan adanya pelanggaran tersebut, memaparkan kronologi pengaduannya. Di mana, Thausy April Ariesta tidak mengindahkan komunikasi di awal dan bahkan memandang tidak penting peraturan persyaratan IMB yang tercantum dalam surat pernyataan penyading yang isinya garis sempadannya terhadap batas pemilikan tanah kurang dari ketentuan yang berlaku, yakni samping 1 sampai 3 meter.

“Tembok klien kami dijadikan tempat instalasi listrik tegangan tinggi. Hal itu jelas membahayakan, karena terminal yang dibangun bisa mengalirkan listrik dan berbahaya untuk orang yang ada di dalamnya. Mereka juga memasang struktur besi di tembok kami dengan cara mengelasnya secara permanen. Selain itu, tiang pancang menempel dan tidak ada jarak sesuai dengan keterangan dalam form penyanding dan IMB yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Badung. Kami sudah berupa bicara secara kekeluargaan, namun tidak ada respon sehingga kami mengharapkan hal ini ditindaklanjuti,” ujar Sutrisna.

Baca juga :  Supermarket dan Kafe Terbakar, Pemadam Kebakaran Kewalahan

Dengan fakta yang ada di lapangan, pihaknya mengajukan permohonan meninjau kembali dan atau mencabut IMB, karena telah tidak sesuai dengan ketentuan di dalam IMB yang telah dikeluarkan, serta menghentikan proses bangun membangun yang dilakukan Thausy April Ariesta.

“Kami meminta kepada dinas terkait memerintahkan membongkar struktur tiang pancang di tembok atau yang menempel di tembok klien kami. Dan memerintahkan untuk membongkar instalasi terminal listrik yang menempel di tembok bangunan kami, ” tegasnya.

Baca juga :  Semprot Disinfektan di Areal Bandara, Komunitas Kerahkan Mobil Khusus

Sementara Perbekel Desa Tumbak Bayuh, I Nyoman Sarjana mengaku tidak mengetahui alur pelaporan tersebut. Pihaknya baru mengetahui setelah kondisi sudah meluas. “Kami akan berupaya seoptimal mungkin memediasi ini. Saran saya mohon selesaikan secara kekeluargaan apa lagi kedua belah pihak ada hubungan teman, ” ucapnya.

Sayangnya pihak Thausy April Ariesta, tidak dapat dihubungi karena saat sidak dilakukan yang bersangkutan sedang berada di Papua. Perwakilan terlapor mengatakan akan berkoordinasi dengan Ariesta, untuk segera menanggapi keluhan tersebut. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini