Puluhan Massa Pasang Spanduk Penolakan Pabrik Limbah B3

0
7
picsart 04 04 08.06.51
PROTES PABRIK - Aksi protes pembangunan pabrik limbah B3 di Pengambengan, dengan aksi spanduk penolakan.

Negara, DENPOST.id

Sejumlah massa yang mengatasnamakan Pemuda dan tokoh masyarakat Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Minggu (4/4/2021) sore melakukan gerakan peduli lingkungan, dengan aksi pembersihan sampah di sepanjang jalan Munduk Pengambengan.

Namun, di sela-sela aksi pungut sampah itu mereka memasang spanduk penolakan pembangunan pabrik limbah B3 di wilayah mereka. Spanduk dipasang di beberapa poros jalan menuju lokasi rencana pembangunan pabrik yang dibangun PT Klin tersebut.

Aksi massa tersebut, diamankan jajaran kepolisian dari Polsek Negara.

Ketua Pemuda Pengambengan, Agus Budiono mengatakan pihaknya tetap akan menolak adanya pembangunan pabrik limbah B3 tersebut. Pihaknya berharap pabrik limbah B3 tidak dibangun di Pengambengan. “Kami harapkan kepada bupati baru mendengarkan aspirasi kami sebagai warga. Tolong bela kami masyarakat. Lindungi kami dari dampak pembangunan pabrik limbah,” ujarnya.

Baca juga :  Jumat Ceria, Polantas Bagi Nasi Bungkus dan Sosialisasi Prokes

Demikian juga pihaknya berharap aparat keamanan agar mengawasi jangan sampai ada pembangunan selama warga melaksanakan ibadah puasa. Dikhawatirkan jika pembangunan pabrik dipaksakan, warga akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sudah ada poros-poros kecil masyarakat yang terbentuk. Seperti gerakan hari ini kami baru semalam tahu. Sehingga kami arahkan ke kegiatan pembersihan lingkungan dan pemasangan spanduk sebagai bentuk aspirasi saja,” jelasnya.

Agus mengatakan warga sangat mengkhawatirkan dampak dari pembangunan pabrik limbah B3, baik terhadap kesehatan dan ekonomi. Karena di Pengambengan adalah industri pangan dan penghasil ikan. “Jangan sampai nanti industri perikanan di Pengambengan nanti mati. Kalau dibangun pabrik ikan, kami tidak masalah. Kalau pabrik limbah tolong dikaji lagi dan kami menolak,” ketusnya.

Baca juga :  Pohon Tumbang Timpa Pengendara di Seraya

Dikatakan pabrik limbah medis tersebut, banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan. Seperti dampak sangat dikawatirkan terkait adanya pabrik makanan kaleng sarden, itu bisa berdampak kepada pemasaran nantinya dikarenakan berdekatan dengan pabrik limbah medis. Dirinya juga mengatakan kalau limbah medis tersebut, juga sangat berbahaya dengan kesehatan masyarakat, dan dirinya meminta untuk mengkaji lagi keputusan pembangunan pabrik tersebut.

Sebelumnya, aksi protes juga dilakukan pada, Kamis (25/3/2021) sore dan Jumat (26/3/2021). Saat itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan izin PT Klin sudah lengkap dan itu dari pusat.
Sudiarta juga menjelaskan terkait dipilihnya Desa Pengambengan menjadi tempat wilayah pabrik industri itu, setelah adanya perda dari provinsi.

Baca juga :  Terjaring Razia Prokes, Belasan Warga Dibina

Sementara Gede Agung Jonapartha, dari PT Klin mengatakan sejatinya pihaknya mempersiapkan konstruksi. Namun karena ada gugatan dari pihak yang berseberangan pihaknya akan menunggu. “Tapi ya harus ada batas waktu. Karena IMB kami juga ada batas waktunya. Untuk jenis kegiatan kami juga nanti harus proses izin operasional lagi ke pusat. Jadi jika bangunan sudah berdiri dan peralatan sudah terpasang kemudian ada uji coba alat,” jelasnya. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini