Bapenda Bidik Pajak Villa Disewakan Berkedok Rumah Tinggal

0
3
picsart 04 05 06.48.26
Kepala Bapenda Badung, I Made Sutama.

Mangupura, DENPOST.id

Banyaknya villa disewakan yang berkedok rumah tinggal menjadi target pihak pemungut pajak daerah di Kabupaten Badung. Bangunan mewah tersebut, meski sudah mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah, hanya saja bukan untuk ditempati pribadi melainkan disewakan kepada wisatawan.

Bangunan semacam itu, banyak berdiri di kawasan pemukiman yang dekat dengan objek wisata, seperti Canggu, Seminyak, Tibuneneng, Pererenan dan Tumbak Bayuh.

Kepala Bapenda Badung, I Made Sutama mengatakan rumah mewah yang disewakan untuk wisatawan juga menjadi sasaran untuk meningkatkan pendapatan ditengah pandemi Covid-19. “Walau izinnya rumah tinggal, namun disewakan untuk wisatawan. Ini yang akan kami sasar,” ujar Sutama yang dihubungi, Senin (5/4/2021).

Baca juga :  Diguyur Hujan, Atap Kantor Perbekel Sibang Kaja Jebol

Lebih lanjut dikatakan Sutama, pihaknya akan membuatkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) bila menemukan adanya villa berkedok rumah mewah beroperasional. NPWPD diberikan kepada wajib pajak sebagai identitas, serta sarana administrasi dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan daerah.
“Sebelum kita kenakan pajak akan dibuatkan NPWPD, kalau sudah punya NPWPD baru kita tagih pajaknya,” ucapnya.

Dijelaskan Sutama, terdapat beberapa upaya ekstensifikasi dan intensifikasi dalam situasi pandemi Covid-19, yang dilaksanakan dalam rangka tetap mengoptimalkan penerimaan PAD di Kabupaten Badung, seperti pengawasan oleh petugas untuk wajib pajak yang masih operasional dan penyampaian surat imbauan untuk tetap melakukan kewajiban pelaporan dan pembayaran pajak daerah.

Baca juga :  Ratusan Santriwati Jalani Protap di Terminal Mengwi

Pada Tahun 2020, wajib pajak baru yang terdaftar sejumlah 851 yang terdiri atas Wajib Pajak Hotel sejumlah 361, Wajib Pajak Restoran (241), Wajib Pajak Hiburan (79), Wajib Pajak Air Tanah (130), Wajib Pajak Parkir (3), Wajib Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (1) dan Wajib Pajak Reklame (36).

Namun, setelah terjadi pandemi Covid-19, kata Sutama jumlah wajib pajak tutup, baik secara permanen maupun tutup operasional sementara sejumlah 1.456 wajib pajak dengan rincian Wajib Pajak Hotel sejumlah 704, Wajib Pajak Restoran (552), Wajib Pajak Hiburan (167), Wajib Pajak Parkir (7), Wajib Pajak Air Tanah (15) dan Wajib Pajak Mineral Bukan Logam (1). (115)

Baca juga :  Pendapatan Habis Bayar Pegawai, Taman Ujung Khawatir Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini