Misterius, Pelaku Pembuang Orok di Tukad Unda

0
3
picsart 04 05 07.49.01
MAYAT OROK - Mayat orok yang ditemukan di Tukad Unda, dan disimpan di kamar mayat RSUD Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Kasus penemuan mayat orok yang ditemukan nyangkut di bebatuan Tukad Unda di wilayah Semarapura Klod Kangin, Senin (29/3/2021) malam hingga kini masih menyisakan misteri.

Aparat kepolisian Polres Klungkung sampai saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuang orok berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko ketika dikonfirmasi mengaku tetap akan melakukan penyelidikan terkait penemuan orok di Tukad Unda. Walaupun diakui bukti yang diperoleh pihak kepolisian sangat minim. Apalagi tidak ada saksi secara langsung yang melihat pembuangan bayi tersebut.

Baca juga :  Personel Polres Klungkung Dicek Suhu Tubuh

“Lokasi TKP awal juga tidak jelas. Bisa saja TKP awal dihulu sungai. Apalagi kondisi sungai Unda lumayan deras jadi jenasah bayi bisa terseret arus dan baru ditemukan di TKP,” ungkap Ario Seno, Senin (5/4/2021).

Menurut Ario Seno, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter dan pihak puskesmas untuk mendata ibu hamil yang tinggal di sekitar TKP penemuan mayat bayi tersebut. Hanya saja hasil penyelidikan yang dilakukan belum juga membuahkan hasil.

Baca juga :  Lima Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Digulung Polisi

“Kan tahu sendiri, bagaimana lokasi sungai Unda. Tidak ada CCTV juga terpasang di sana, jadi sulit untuk mendeteksinya,” ungkapnya.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah mengantongi hasil visum luar dari pihak RSUD Klungkung. Dari hasil visum yang dilakukan, luka lecet yang terjadi di tubuh orok tersebut diperkirakan akibat kena batu saat terseret arus. Sedangkan umur
jenazah orok tersebut diperkirakan antara enam sampai tujuh bulan, sehingga ada dugaan orok tersebut lahir sebelum waktunya.

Baca juga :  RSUD Klungkung Rekrut Puluhan Tenaga Kontrak

“Sejauh ini kami belum mendapat informasi dari pihak dokter yang menangani apakah bayi tersebut, sudah meninggal didalam kandungan atau tidak. Kalau untuk mengetahui hal itu perlu diotopsi” katanya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini