Jembatan dan Jalan Rusak Ditinjau, Dana Prioritaskan Ini

0
4
picsart 04 05 08.29.05
JEMBATAN RUSAK - Gede Dana saat meninjau jembatan rusak Asak-Subagan.

Amlapura, DENPOST.id

Bupati Karangasem, I Gede Dana terus turun lapangan mengecek beberapa infrastruktur. Salah satunya meninjau Jembatan Asak-Subagan, Karangasem dan jalan rusak di Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, Senin (5/4/2021).

Rusak sejak lama, dua infrastruktur tersebut pun jadi prioritas.

Bupati Gede Dana, didampingi Kadis PUPR Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa dan OPD terkait, meninjau lokasi jembatan penghubung Asak-Subagan. Dia memerintahkan Dinas PUPR sesegera mungkin memperbaiki jembatan tersebut.

Baca juga :  Lagi, Jalan Penghubung Butus-Nangka Putus

“Hampir semua pekerjaan kontruksi yang anggarannya dari DAU di rasionalisasi sebesar 8 persen. Tapi hanya jembatan ini yang dipertahankan, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jembatan ini juga sebagai akses petani lewat untuk menggarap sawahnya. Saya ingin jembatan ini segera diperbaiki,” tegas Gede Dana.

Sementara Sutirtayasa mengungkapkan pembangunan jembatan/Box Culvert Subagan telah dianggarkan dalam APBD Induk TA 2020. Namun karena ada rasionalisasi akibat pandemi Covid-19, anggaran terkena rasionalisasi atau dihapus dari APBD Tahun 2020.

Baca juga :  Minggu, 77 Orang Positif Covid-19 di Denpasar

Namun, setelah kembali diusulkan, perbaikan jembatan/Box Culvert ini akhirnya dianggarkan kembali di tahun 2021. Anggaran yang telah dipersiapkan untuk perbaikan jembatan Subagan Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBD Induk 2021.

“Kami bersyukur anggaran untuk jembatan ini bisa dipertahankan oleh bupati. Sesuai arahan, kita berharap pengerjaannya nanti akan selesai sebelum Agustus 2021,” ujar Sutirtayasa.

Usai meninjau jembatan, Gede Dana langsung menuju kota kelahiran di Desa Datah. Dia meninjau Jalan Lingkar Datah yang menghubungkan Desa Kesimpar, Kubu dan Tulamben. Jalan lingkar ini juga merupakan akses jalan yang sering dimanfaatkan masyarakat menuju Pura Dalem Desa Datah. Selama dua tahun terus tergerus dan hampir jebol oleh aliran air ketika hujan. Menghindari putusnya akses jalan, Bupati Gede Dana menginstruksikan Dinas terkait melakukan tindakan penyenderan. (yun)

Baca juga :  Tajen di Halaman Rumah Warga, Ratusan Bebotoh Dibubarkan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini