Pemerintah Pusat Kembali Gulirkan Bantuan untuk Usaha Mikro

0
4
Konsep Otomatis

Lumintang, DENPOST.id

Pemerintah pusat melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menegah (UMKM) Kota Denpasar tahun 2021 kembali menggulirkan Bantuan Presiden (Banpres) bagi pelaku usaha mikro (BPUM) sebesar Rp 1,2 juta.

”Program bantuan ini merupakan strategi pemerintah membantu khusus usaha mikro dipakai modal usaha agar bisa bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19. Banyak usaha mikro gulung tikar akibat daya beli masyarakat turun sehingga berdampak pada penjualan,’’ kata Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Selasa (6/4/2021).

Erwin mengaku, pemerintah pusat melalui bantuan presiden tahun 2020 sudah mengucurkan bantuan kepada UMKM Rp 2,4 juta dan yang mendapatkan bantuan tersebut sebanyak 14.000. Pemerintah tahun ini kembali menggulirkan bantuan ini lewat Permekop No.2 tahun 2021 sebagai perubahan dari Permenkop No.6 tahun 2020. Banpres tahun lalu besarnya Rp 2,4 juta dan sekarang hanya Rp 1,2 juta.

Baca juga :  Dewa Indra Bantah Pemeriksaan Pekerja Migran Kebobolan

”Kami segera melakukan sosialisasi ke aparat desa/kelurahan melalui camat. Usulan bantuan usaha mikro melalui desa bukan dan diikordinir masing-masing. Setelah berkas permohonan bantuan terkumpul dilanjutkan ke kantor Diskop UMKM Kota Denpasar diverifikasi untuk diserahkan ke Diskop UKM Provinsi Bali,’’ ujar Erwin.

Lebih lanjut ia mengemukakan, permohonan bantuan dilakukan di kantor desa/kelurahan supaya pelaku usaha mikro tertib dan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Tahun lalu masyarakat membludak ke kantor Diskop UMKM sehingga banyak formulir permohonan hilang.

Baca juga :  Warga "Borong" Kebutuhan Pokok

Sekarang diatur warna map pengajuan permohonan bantuan di masing-masing kecamatan agar mudah mengenal agar warga desa yang memuka usaha mikro bisa lebih banyak mendapat bantuan. ”Kami memiliki keterbatasan tenaga sehingga tidak banyak memerima usulan permohonan bantuan yang diajukan. Mohon bantuan desa/kelurahan untuk membantu masyarakat yang memohon bantuan pelaku usaha mikro,’’ ucapnya.

Dia menegaskan, bantuan yang dikucurkan ini diprioritaskan usaha yang sama sekali belum pernah menerima banpres UMKM tahun 2020. Pengajuan permohonan bantuan melalui kantor desa guna menghindari ada usaha fiktif. Karena aparat desa yang tahu usaha mikro yang masih buka di daerahnya.

Baca juga :  Tiga Dokter Spesialis dan Dokter Umum di Sumerta Positif Covid-19

”Pengajuan permohonan bantuan dilengkapi foto tempat usaha sesuai alamat agar bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Pemkot Denpasar dan Pemrov Bali tetap sasaran,’’ terangnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini