Pendapatan PDAM Klungkung Turun, Persentasenya Segini

0
2
Konsep Otomatis

Semarapura, DENPOST.id

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak bagi masyarakat utamanya sektor pariwisata. Kondisi inipun juga membuat PDAM Klungkung kena imbas dengan turunnya pendapatan yang diterima hingga 10 persen. Tak hanya itu, dari 35.950 total pelanggan, tercatat 15 persen diantaranya menunggak pembayaran.

Direktur PDAM Klungkung, Nyoman Renin Suyasa, ketika dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021) tidak menampik sejak Covid-19, memang terjadi penurunan pendapatan PDAM. Hal ini dipicu oleh banyaknya akomodasi pariwisata, khususnya di Kecamatan Nusa Penida yang tak beroperasi. Seperti hotel, restoran, hingga wahana air.

“Di Nusa Penida sejak adanya Covid-19 ini dan pariwisata yang ditutup, maka di villa, kolam renang, restauran di Nusa Penida tidak beroperasi. Sehingga menyebabkan penurunan pendapatan PDAM hampir 10 persen,” ungkapnya.

Baca juga :  Klungkung Teruskan Karantina OTG-GR di Hotel

Selain berdampak pada pendapatan, Renin Suyasa juga mengakui sepanjang pandemi Covid-19 ada 15 persen dari total 35.950 pelanggan yang menunggak pembayaran PDAM.

Hal itu terjadi sejak 5 sampai 6 bulan pandemi melanda. Yang mana, banyak masyarakat Klungkung yang sebelumnya memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, kemudian dirumahkan akibat pandemi. Sehingga banyak masyarakat yang tidak sanggup membayar iuran PDAM.

“Tadi kita rapat evaluasi, sampai Maret ini efektivitas penagihan kita kurang lebih alami penurunan 15 persen. Karena dulu masyarakat kita bekerja dan punya penghasilan, tapi sekarang kan banyak yang dirumahkan,” imbuhnya.

Baca juga :  Suwirta Minta Warga Tak Remehkan Covid 19

Meskipun persentase tunggakan tersebut terbilang kecil, namun Renin Suyasa tetap akan menyiapkan strategi agar pelanggan bersedia memenuhi kewajibannya. Diantaranya dengan menerjunkan tim ke masyarakat. Tim tersebut tidak serta merta akan melakukan pemutusan layanan, tetapi akan diupayakan langkah persuasif terlebih dahulu.

“Kami akan memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat dulu. Tapi jika terjadi tunggakan secara terus menerus, maka lambat laun operasional dan pelayanan PDAM akan terganggu,” katanya.

Pejabat asal Nusa Penida ini memahami, kondisi perekonomian di masyarakat saat ini memang sedang terpuruk. Namun, di sisi lain pihaknya juga tidak bisa menutup mata dan tidak segera menuntaskan tunggakan tersebut. Apalagi untuk menjamin pelayanan kepada masyarakat, PDAM membutuhkan biaya operasional. Baik untuk pembayaran listrik maupun pemeliharaan.

Baca juga :  Minum Setengah Botol Tuak, Wayan Kabar Tersungkur dan Meninggal

“Dengan kondisi Covid ini, kita akan turun beri informasi bawah terjadi tunggakan segini, nanti kalau tidak dibayar dampaknya nanti bisa tidak dapat air kalau operasional terganggu,” jelasnya seraya berharap Covid-19 cepat berlalu sehingga roda ekonomi bisa berjalan dan PDAM sesuai harapannya bisa memberi pelayanan prima kepada masyarakat. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini