Tempat Kerja Spa Tutup, Terpaksa Jual Tisu Keliling

0
2
picsart 04 06 05.56.05
TERJARING SIDAK - Para gepeng dan pedagang keliling, serta pengamen yang terjaring dalam sidak Pol PP Badung di Kuta.

Kuta, DENPOST.id

Dari 102 gepeng dan pedagang keliling, serta pengamen yang terjaring sidak Pol PP Badung, Senin (5/4/2021) beberapa di antaranya mengaku terpaksa melakoni aktivitas melanggar perda tersebut.

Hal ini karena usaha tempat mereka kerja terdampak pandemi Covid-19. Entah benar atau hanya sekadar alasan, hal inilah yang dilontarkan salah seorang pedagang tisu keliling, Ni Komang Tri ketika diamankan di Kantor Pol PP Kuta.

Baca juga :  Hadiri Karya di Pecatu, Wabup Suiasa Serahkan Punia Segini

Tri mengaku terpaksa menjadi pedagang tisu keliling atau mengacung di jalan raya karena desakan ekonomi. Tri menuturkan awalnya dia bekerja di usaha spa di kawasan Seminyak selama selama empat tahun. Wanita muda yang mengaku berusia 21 tahun ini, mengatakan karena terimbas pandemi Covid-19, akhirnya usaha spa tempatnya mengais rejeki selama ini harus menutup operasionalnya sementara waktu.

Hal ini sangat memukul kehidupan keluarganya karena kejadian tidak terduga ini terjadi berbarengan dengan momen kelahiran putra pertamanya yang saat itu, berumur 8 bulan. Dengan kondisi tidak bekerja lagi ditambah kebutuhan keluarga meningkat dengan kelahiran anaknya, serta utang yang menunggu dibayar, akhirnya dia terpaksa dan nekat berjualan tisu keliling di bawah teriknya matahari. Meskipun diakuinya suami dan mertuanya sempat melarangnya.

Baca juga :  Semprotkan Disinfektan, Polres Badung Kerahkan Kendaraan Lapis Baja

“Suami saya ngojek online pak, sekarang tidak seberapa penghasilannya,” ujarnya.

Karenanya, dia berusaha membantu menambah penghasilan suaminya.
“Kebetulan Galungan juga mau dekat, kalau dapat tambahan kan lumayan beli susu,” ungkapnya dengan mimik sendu. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini