Tokoh Agama dan Desa Adat Se-Sukawati Sepakat Deklarasikan Ini

0
3
picsart 04 06 05.56.32
DEKLARASI - Deklarasi kesepakatan bersama memerangi terorisme dan kelompok radikal di Mapolsek Sukawati, Selasa (6/4/2021).

Gianyar, DENPOST.id

Tokoh agama dan desa adat se- Kecamatan Sukawati sepakat perangi terorisme dan kelompok radikal. Kesepakatan tersebut, tertuang dalam deklarasi yang berlangsung di Mapolsek Sukawati, Selasa (6/4/2021).

Hadir perwakilan MUI Kecamatan Sukawati, PHDI, tokoh agama Konghucu, Ketua Persekutuan Oikoumene Kristiani Candra Asri Batubulan, MDA kecamatan, Forum Perbekel Kecamatan Sukawati, Danramil Sukawati Kapten Infrantri I Gede Astawa, serta Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan P.

Baca juga :  Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Gronding Tewas Gantung Diri

Camat Sukawati, I Gusti Ngurah Gede Udayadnya menjelaskan perlu sinergitas tokoh agama dan adat dalam memerangi terorisme dan kelompok radikal. Hal ini dilakukan guna tetap menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama, serta menghindari konflik yang bernuansa SARA.

“Pelaku teroris dan jaringannya adalah kelompok radikal yang tidak ada hubungannya dengan agama tertentu maupun organisasi keagamaan. Maka itu, kami mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada, 28 Maret 2021, serta upaya penyerangan di Mabes Polri belum lama ini,” jelasnya.

Baca juga :  Difabel Masih Minim Ikuti Vaksinasi

Dalam upaya mencegah aksi terorisme, pihaknya secara bersama-sama melakukan pengawasan terutama penduduk pendatang. “Khususnya mengawasi penduduk pendatang baru. Wajib lapor 1 x 24 jam pada kepala lingkungan dan kepala desa setempat,” tegasnya.

Pihaknya dalam kesempatan itu, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi ikut dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Terutama apabila ada permasalahan yang bernuansa SARA agar segera diselesaikan dengan musyawarah mufakat. “Agar masyarakat aman, nyaman dan situasi sejuk,” harapnya.

Baca juga :  Diduga Korsleting Aki, Sepeda Motor Ludes Terbakar

Sementara Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan mengatakan Kecamatan Sukawati sebagai daerah perbatasan, penyangga ibu kota Denpasar dengan penduduk heterogen dan mobilitasnya tinggi. “Kita intensifkan sinergitas dengan desa. Tingkatkan patroli wilayah dan penjagaan, serta pengawasan,” katanya. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini