Pengamen-Pengasong Makin Marak, Satpol PP Didesak Tegas

0
3
Pengamen-Pengasong Makin Marak, Satpol PP Didesak Tegas
BEROPERASI – Salah seorang pengamen beroperasi di perempatan Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat-Jl. Cokroaminoto, Rabu (7/4/2021).

Ubung, DENPOST.id

Belakangan keberadaan pengamen dan pengasong kembali ramai beroperasi di perempatan Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat-Jl. Cokroaminoto dan Jl. Gatsu Timur-Jl. WR. Supratman. Seperti yang terlihat pada Rabu (7/4/2021). Beberapa pengamen dan pengasong nampak mendatangi setiap pengendara. Meski mereka menggunakan masker, namun maskernya hanya menutupi dagu.

Mereka beroperasi di lima titik perempatan jalan seperti Jl. Mahendradata-Jl. Gatsu Barat, Jl. Cokroaminoto-Jl.Gatsu Barat, Jl. WR. Supratman-Jl. Gatsu Timur dan Jl. PB. Sudirman-Jl. Dewi Sartika dan Jl. Teuku Umar Barat-Jl. Imam Bonjol. Pengasong anak-anak menjual tisu, sementara pengasong dewasa menawarkan kerupuk.

Baca juga :  Langgar Prokes, Warga Dihukum Jalan Jongkok

”Keberadaan pengemen dan pengasong mengganggu arus lalu lintas (lalin). Selain membahayakan keselamatan mereka, kami khawatir mereka bisa menularkan virus Corona karena saat turun ke jalan memakai masker tapi di bawah dagu,” ujar seorang warga Denpasar tinggal di Ubung, I Wayan Supika.

Karenanya dia meminta Satpol PP Kota Denpasar maupun instansi terkait mengambil tindakan tegas terhadap pengamen, pengasong maupun gepeng yang beroperasi di perempatan jalan. ”Saya minta Satpol PP mengamankan pengamen, pengasong dan gepeng yang beroperasi di perempatan jalan. Jangan diberikan ruang di Denpasar karena selain saat ini masa pandemi di mana rentan terjadi penularan virus, juga dapat menambah permasalahan sosial,’’ sarannya.

Baca juga :  Perumda Tirta Sewaka Dharma Perpanjang Gratis Tagihan

Hal senada dilontarkan pengemudi mobil, IB Rama Diputra. Menurutnya, maraknya pengamen, pengasong dan gepeng sangat mengganggu ketertiban umum dan arus lalu lintas. Kalau tidak cepat diambil tindakan tegas, lanjutnya, akan semakin ramai yang datang. ”Saya berharap Satpol PP jangan hanya fokus razia prokes. Namun keberadaan pengamen, gepeng dan pengasong harus mendapat perhatian serius,’’ harapnya.

Atas saran tersebut, Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, pihaknya acapkali kucing-kucingan dengan para pengamen, pengasong dan gepeng. Saat petugas turun, para pengamen dan pengasong ini sembunyi. Namun begitu petugas pergi, mereka muncul kembali. “ Kami sudah berulangkali menertibkan dan membina pengemen, pengasong dan gepeng beberapa hari di kantor. Usai dibina langsung diserahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar untuk memulangkan ke daerah asalnya. Namun mereka bisa lolos di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk,’’ kata Anom Sayoga. (103)

Baca juga :  Sekongkol Bisnis Narkoba, Tiga Wanita Muda Dibekuk

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini