DIDUGA PALSUKAN SURAT PUTUSAN PN, PENGACARA DITAHAN

0
15
DIDUGA PALSUKAN SURAT PUTUSAN PN, PENGACARA DITAHAN
KETERANGAN PERS - KBO Satreskrim Polres Buleleng, AKP Suseno didampingi Kasubaghumas, Iptu Gede Sumarjaya, dalam keterangan persnya, Kamis (8/4/2021) di Mapolres Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Seorang pengacara, Eko (33) diduga memalsukan Surat Putusan Pengadilan Negeri Singaraja dalam proses gugatan cerai yang dikuasakan kepadanya. Atas perbuatannya itu, Eko Sasi Kirono jadi tersangka dan masuk bui.

Kasus tersebut berawal dari saksi Rika Budi Ayu Anggraeni selaku termohon dalam perkara perceraian yang sedang berjalan pada Pengadilan Negeri Singaraja datang ke Pengadilan Negeri Singaraja sambil membawa foto Turunan Putusan Perkara Perdata nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 berikut foto AKTA PERCERAIAN yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng. “Dari pihak Kantor Pengadilan Negeri Singaraja tidak pernah mengeluarkan Turunan Putusan Perkara Perdata tersebut karena pada saat itu perkaranya sedang berjalan. Kemudian pihak  Pengadilan Negeri Singaraja meminta klarifikasi kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng,” jelas KBO Satreskrim Polres Buleleng, AKP Suseno didampingi Kasubaghumas, Iptu Gede Sumarjaya, dalam keterangan persnya Kamis (8/4/2021) di Mapolres Buleleng.

Baca juga :  Tiga Ranperda Sepakat Dibahas pada Masa Sidang II

Selanjutnya, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng memberikan  penjelasan bahwa dasar terbitnya akta perceraian antara Gede Hendra Wikutama dengan Rika Budi Ayu Anggraeni tersebut adalah karena dimohon oleh kuasa hukum Gede Hendra Wikutama yakni Eko Sasi Kirono. Itu sesuai dengan Permohonan Pencatatan/Penerbitan Akta Perceraian  tertanggal 7 Januari 2021. “Tersangka mengakui menerima kuasa dari penggugat untuk gugatan perceraian kepada istrinya, kemudian tersangka mendaftarkan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri Singaraja dengan nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr tertanggal 17 November 2020,” imbuhnya.

Baca juga :  Tak Bawa Uang, Seorang Pelanggar Prokes Tanda Tangani Surat Pernyataan

Lebih lanjut dikatakan, perkara tersebut disidangkan di PN Singaraja. Namun, saat sidang sedang berjalan, tersangka berinisiatif sendiri memalsukan surat-surat atau dokumen dengan membuat atau mengetik putusan dengan menggunakan laptop milik tersangka. “Kemudian tersangka men-scan bagian sampul dengan menggunakan printer scanner milik tersangka dan juga pada bagian tanda tangan paniteranya,” lanjut Suseno.

Tersangka juga  menggunakan stempel basah dengan logo dan tulisan PENGADILAN NEGERI SINGARAJA. Selanjutnya putusan-putusan pengadilan yang telah tersangka palsukan sedemikian rupa tersebut digunakan untuk mengajukan penerbitan Akta Perceraian pada Kantor pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Baca juga :  Masuk Bali Lewat Gilimanuk, Warga Harus Bawa Syarat Ini

“Sejumlah barang bukti sudah diamankan dan tersangka ditahan untuk proses lebih lanjut.Tersangka dijerat pasal 264 KUHP subsider pasal 263 KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan,” tandasnya. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini