SOP TAK SESUAI PEDOMAN KEMENKES, ARYA TUNGGU PERMINTAAN MAAF RSUD KARANGASEM

0
7
SOP TAK SESUAI PEDOMAN KEMENKES, ARYA TUNGGU PERMINTAAN MAAF RSUD KARANGASEM
ISOLASI - Komang Arya saat menjalani isolasi beberapa waktu lalu.

Amlapura, DENPOST.id

Sejak diminta membantu mengangkat jenazah terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Karangasem Rabu (31/3/2021) lalu, Komang Arya (38) warga lingkungan Glumpang, Karangasem hingga Jumat (9/4/2021) masih menjalani isolasi. Padahal sebelumnya, saat mengangkat jenazah telah dinyatakan sesuai SOP oleh RSUD Karangasem. Namun pendapat berbeda justru disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. Menurut Dinkes, Arya termasuk kontak erat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, menuturkan, sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian  Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, tegas menyatakan Komang Arya masuk dalam kategori kontak erat. “Dalam point 2.4 c jelas dinyatakan orang yang memberi perawatan langsung pada kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD standar masuk dalam kontak erat, ” jelasnya saat diwawancara, Jumat (9/4/2021).

Baca juga :  Dewan Tabanan Minta Panitia PPDB Cek Kebenaran KK

Putra Pertama memaparkan, APD standar yang tertuang dalam aturan Kemenkes di antaranya masker bedah, kaca mata pelindung, apron plastik dan sarung tangan nonsteril. “Standar jenazah yang diangkat juga harus terbungkus plastic, sehingga Komang Arya masuk dalam kontak erat sebab tak memakai APD standar, dan jenazah dalam keadaan belum terbungkus plastik. Sudah terbungkus plastik saja harus pakai APD standar apalagi dalam kasus ini hanya terbungkus kain, ” tegas Pertama.

Terkait dengan pihak RSUD yang sempat menyatakan telah sesuai SOP,  dia berharap RSUD dapat merevisi aturan sesuai dengan SOP Pedoman Pencegahan dan Pengendalian  Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes. “Kami telah berkordinasi agar disesuaikan dengan aturan Kemenkes, ” imbuhnya.

Baca juga :  Ini Definisi Zona Hijau Pariwisata dan Standar Operasinya

Sementara itu, Komang Arya yang saat ini masih menjalani isolasi berharap pihak RSUD Karangasem memberi keterangan jelas pada dirinya. “Kalau benar tindakan oknum petugas pada tanggal 31 Maret 2021 itu memang tidak sesuai SOP standar penanganan Covid-19, saya harap dengan lapang dada mengakuinya dan meminta maaf. Bukannya terus mencari pembenaran,” desaknya.

Sebelumnya diberitakan, niat membantu memindahkan jenazah salah satu kerabat meninggal yang terkonfrimasi Covid-19, Komang Arya malah diharuskan menjalani isolasi selama 14 hari. Sebelum memindahkan jenazah, Arya sempat meminta APD asmat seperti yang dikenakan petugas. Namun salah satu petugas di sal gangga hanya memberikan sarung tangan medis dan sebuah masker medis. Setelah memakai itu, ia langsung membantu mengangkat jenazah dari tempat tidur pasien ke tempat tidur yang akan dibawa ke ruang jenazah.

Baca juga :  Satpol PP akan Cek APD di Ruang Publik

Dimintai konfirmasi pada Senin (5/4/2021), Kasi Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gede Yuliasena menuturkan bahwa hal ini terjadi karena miskomunikasi antara Puskesmas dan RSUD. Ia menyatakan Arya telah memakai APD standar saat mengangkat jenazah. Termasuk tak melakukan kontak lebih dari 1 menit. “Sudah standar, Arya memakai sarung tangan medis dan masker. Karena saat itu jenazah telah terbungkus kain batik dalam kondisi baru. Serta telah dilakukan perawatan jenazah sesuai standar,” katanya. Yuliasena juga menjelaskan, Arya sama sekali tak dapat kontak langsung dengan jenazah. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini