10 Ton Daging Dibagikan ke Krama Kedonganan

10 Ton Daging Dibagikan ke Krama Kedonganan
BAGIKAN DAGING - Pembagian daging secara simbolis oleh Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha didampingi Kepala LPD Ketut Madra kepada para kelian banjar.

Kuta, DENPOST.id

Meski di tengah pandemi dan harga daging babi meroket, LPD Kedonganan tetap melaksanakan mapatung untuk krama Desa Adat Kedonganan. Kali ini sekitar 10 ton atau 10.342 kg daging babi dan ayam dibagikan.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan, pembagian daging pada Senin (12/4/2021) dilaksanakan di masing-masing banjar. Sedangkan untuk krama tamiu dilaksanakan di depan LPD Kedonganan.

Kepala LPD Kedonganan, Ketut Madra, memaparkan, sejak pandemi Covid-19, seluruh aktivitas krama Desa Adat Kedonganan yang menggantungkan usaha di sektor pariwisata dan kuliner menjadi lumpuh. Dijelaskan Madra, di tahun 2020 kondisi LPD kedonganan kalau diihat dari aset, tabungan dan laba mengalami penururnan. Namun bila dilihat dari simpanan berjangka/deposito, pinjaman (kredit), dan modal cenderung meningkat.

“Untuk membantu meringankan beban krama atau nasabah di masa pandemic, LPD Kedonganan bersama Bendesa Adat Kedonganan mengeluarkan kebijakan-kebijakan meringankan. Seperti memberikan penundaan pembayaran kredit (pokok, bunga, dan pembebasan denda) selama tiga bulan, memberikan sembako selama tiga bulan dan memberikan insentif kepada krama yang memenuhi kewajiban selama kebijakan tersebut,” paparnya.

Baca juga :  Pilkada Badung Tetap Dilaksanakan 9 Desember 2020

Lebih lanjut dikatakan, Apa yang menjadi keputusan tersebut merupakan wujud nyata dari visi LPD Desa Adat Kedonganan yakni menjadi LPD yang sehat, kuat, tangguh, bermanfaat dan berkelanjutan.

“Ini wujud nyata dari konsep panca kreta (kreta angga, kreta warga, kreta desa, kreta wisesa lan kreta bhuwana). Terkait mapatung, ini sebagai wujud kreta angga. Sedangkan untuk kreta warga kami memberikan manfaat kepada krama mipil di Desa Adat Kedonganan dengan saldo minimal Rp 200.000 yang diserahkan kepada kepala keluarganya (pinaka krama ngarep lan krama balu) yang jumlahnya sebanyak 1.232 kk (krama ngarep). Dengan 5.231 jiwa krama mipil berdasarkan data base pipil krama yang telah terdata. Masing-masing didberikan 1 kg daging babi,  2,5 kg daging ayam (2 ekor ayam) dan beras 10 kg,” katanya.

Baca juga :  Bantuk Tim Kampanye, Giriasa Target Menang 90 Persen

Sementara jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembagian saat ini sebesar Rp 677.111.700 yang bersumber dari dana pembentukan untuk kegiatan menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini