Pandemi, Penjor Jadi Tetap Diminati

Pandemi, Penjor Jadi Tetap Diminati
PENJOR – Penjual penjor saat memproduksi penjor jadi yang sudah dipesan konsumen.

Sumerta, DENPOST.id

Minat masyarakat Bali membeli penjor jadi yang akan dipasang serangkaian Galungan tetap stabil di tengah krisis akibat pandemi. Hal itu diakui Ketut Suwandi, salah satu penjual penjor jadi di Denpasar.

Ditemui Senin (12/4/2021) di rumah produksinya di belakang kampus ISI Denpasar, Suwandi menyebutkan jumlah penjor yang ia produksi pada Galungan kali ini memang turun, meski hanya sedikit.

Setahun lalu ia memproduksi 345 penjor, enam bulan lalu memproduksi 320 penjor, sedangkan Galungan kali ini hanya 300 penjor. “Ada harga Rp 200 ribu, Rp 250 ribu, ada juga Rp 500 ribu,” terangnya sambil bekerja.

Ada sejumlah alasan yang menurutnya menyebabkan penurunan itu. Misalnya, bambu yang dibeli sebelumnya masih bisa digunakan, sehingga warga memilih untuk membeli perlengkapan saja dan membuat penjornya sendiri.

Baca juga :  Polda Bali Tolak Penangguhan Penahanan Jerinx

Di samping itu, kata dia, karena krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Saat ini pembeli masih didominasi oleh kalangan umum. Kemudian disusul perkantoran, pejabat, hingga mantan Gubenur Bali.

“Pejabat juga banyak, mantan pejabat juga, kepala biro juga. Kantoran hanya 20 penjor,” terangnya. Dia menerangkan, saat ini pelanggannya masih di lingkungan terdekat, utamanya warga di sepanjang Jl. Nusa Indah, Denpasar.

Untuk jenis penjor, dia menyediakan penjor dengan riasan berbahan ental (lontar) dan riasan berbahan janur. (106)

Baca juga :  Minyak Goreng Langka, Diskoperindag Gelar Operasi Pasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini