Pandemi, Permintaan Daging Babi Menurun

0
3
picsart 04 12 07.39.41
PERIKSA DAGING - Petugas ketika memeriksa daging babi yang dipotong di RPH babi, sebelum dikonsumsi masyarakat.

Negara, DENPOST.id

Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan daging babi untuk konsumsi maupun sarana sesajen atau banten biasanya ramai. Walau permintaan daging babi menjelang Galungan di Bali mulai ramai, namun beberapa pemilik rumah potong hewan terutama babi mengaku jika permintaan daging babi dari masyarakat menjelang Galungan di masa pandemi Covid-19, malah menurun.

Seperti yang terjadi di rumah potong hewan babi di Desa Banyubiru. Tahun lalu, rumah potong hewan babi ini memotong lebih dari lima ekor babi untuk memenuhi kebutuhan daging babi dari masyarakat. Namun, menjelang Galungan tahun ini hanya memotong paling banyak dua ekor babi dewasa untuk memenuhi permintaan daging babi.

Baca juga :  Kejari Endus Bau Tak Sedap di PMI Gianyar

Karyawan rumah potong hewan babi, Putu Artawan, Senin (12/4/2021) mengatakan untuk Galungan tahun ini pemotongan dahing babi menurun. “Kalau tahun lalu banyak. Untuk tahun ini paling cuma satu atau dua ekor yang kami layani. Karena di masa pandemi ini masyarakat kurang berminat membeli daging babi,” jelasnya.

Penurunan permintaan daging babi dari masyarakat menjelang Hari Raya Galungan tahun ini, selain karena daya beli masyarakat yang menurun juga disebabkan harga daging yang mahal. Saat ini tercatat harga daging babi dipasaran mencapai Rp90 sampai Rp100 ribu per kilogram.

Baca juga :  Polsek Sukawati Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

Guna menjamin daging babi aman untuk dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Keswan dan Kesmavet Kabupaten Jembrana melakukan peneriksaan daging babi di tempat pemotongan babi se-Jembrana. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini