Masyarakat Dilarang Mudik, Polda Bangun Lima Posko

0
5
Masyarakat Dilarang Mudik, Polda Bangun Lima Posko
APEL - Sejumlah polantas mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Agung-2021 di lapangan Iptu Soetardjo, Mako Satbrimob Polda Bali, Tohpati, Dentim, Senin (12/4/2021). (DenPost.id/ist)

Kereneng, DenPost.id

Mencegah penyebaran covid-19, Polda Bali melarang masyarakat mudik saat hari raya Idul Fitri nanti. Hal ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol.Putu Jayan Danu Putra saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Agung-2021 di lapangan Iptu Soetardjo, Mako Satbrimob Polda Bali, Tohpati, Dentim, Senin (12/4/2021).

Menurut dia, selain menyasar penertiban lalu lintas (lantas), operasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap larangan mudik Lebaran 2021 guna mencegah penyebaran wabah covid-19. Tema operasi kali ini yaitu “Melalui Operasi Keselamatan Agung – 2021 Kita Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Mantap dan Pencegahaan Penyebaran Covid-19 dengan Meningkatkan Disiplin Protokol Kesehatan serta tidak Mudik Lebaran’’.

Kapolda Bali menambahkan sasaran operasi mulai dari sosialisasi secara masif tentang larangan mudik. Edukasi protokol kesehatan (prokes) tentang tertib berlalu lintas, pembagian masker ke masyarakat, tes swab antigen gratis, bantuan sosial ke masyarakat, dan manajemen rekayasa lalu lintas dalam pencegahan mudik. “Kami berharap Operasi Keselamatan Agung 2021 dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya serta menurunkan pelanggaran dan lakalantas di wilayah hukum Polda Bali,” tandas Putu jayan.

Baca juga :  Aparat Gabungan Razia Masker di Tiga Titik, Kasatpol PP : Denda Itu Bukan Tujuan

Bangun Lima Posko

Mengawasi masyarakat agar tak mudik saat perayaan Idul Fitri, Polda Bali membangun lima posko penyekatan pemudik di sejumlah lokasi berbeda. Penyekatan ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 H yang diberlakukan mulai 6 Mei sampai 17 Mei nanti. Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Indra mengungkapkan penyekatan itu dalam rangka menekan penyebaran covid-19 saat liburan panjang Idul Fitri. “Lima titik penyekatan itu yakni di simpang 3 Umanyar, Ubung Kaja, (Denpasar Utara), simpang 3 Megati (Tabanan), Gilimanuk (Jembrana), simpang 4 Masceti (Gianyar), dan simpang 3 Padangbai (Karangasem),” tegasnya.

Baca juga :  12 Terduga Corona Dinyatakan Negatif, Rujukan Mangusada Tunggu Hasil

Kombes Indra mengungkapkan semua kendaraan yang melintas di lima titik penyekatan itu sejak 6 Mei sampai 17 Mei bakal diperiksa secara ketat, baik penumpang, barang bawaan, maupun kelengkapan kendaraan. Bagi yang melanggar, maka diproses sesuai peraturan yang berlaku. “Seperti tahun sebelumnya, tahun ini juga dilarang mudik. Larangan itu sesuai peraturan kementerian terkait. Kepada seluruh masyarakat, saya mengajak agar maklum. Larangan ini demi menekan penyebaran covid-19 untuk kesehatan kita bersama,” tambahnya.

Surat Kemenhub Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H guna mengatur semua transportasi darat, laut, dan udara. Khusus untuk transportasi darat, yang dilarang adalah kendaraan bermotor umum seperti bus dan mobil penumpang. Selain itu kendaraan bermotor perseorangan seperti mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor, serta kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan. Ada beberapa pengecualian yakni kendaraan untuk kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, dan ibu hamil dengan satu pendamping. Kendaraan untuk kepentingan melahirkan ini maksimal dua pendamping. Juga kendaraan pelayanan kesehatan yang darurat, mobil barang khusus angkut barang, bukan penumpang. Selanjutnya kendaraa ASN, BUMN, BUMD, TNI/Polri, karyawan swasta disertai dengan tanda tangan basah pimpinan lembaga/perusahaan, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah, angkutan penyeberangan (Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Potatano dan juga penyeberangan yang lain) dan lainnya.

Baca juga :  Tembok Roboh Timpa Bangunan Tetangga

Pengawasan di lapangan akan dilakukan Polri yang dibantu TNI, Kemenhub, dan Dinas Perhubungan di daerah, untuk kendaraan bermotor umum dan kendaraan bermotor perseorangan. Ada pun penyekatan akan dilakukan di 333 titik pada akses utama keluar dan masuk jalan tol dan non-tol, terminal angkutan penumpang, pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini