Bupati Giri Prasta Sampaikan LKPJ Tahun 2020

0
5
picsart 04 12 07.40.05
PARIPURNA - Bupati Giri Prasta, saat menyampaikan LKPJ Tahun 2020, dalam Rapat Paripurna Masa Sidang Pertama DPRD Badung tahun 2021 di Puspem Badung, Senin (12/4/2021).

Mangupura, DENPOST.id

Sebagai wujud akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2020, dalam Rapat Paripurna Masa Sidang Pertama DPRD Badung tahun 2021, dengan agenda penyampaian penjelasan bupati terhadap LKPJ tahun 2020, di Ruang Sidang Utama Gosana Gedung DPRD Badung, Senin (12/4/2021).

Rapat Paripurna DPRD ini juga dihadiri Wakil Bupati Badung, Ketua DPRD Badung, para wakil ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Badung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, sekretaris daerah beserta pejabat lengkap di lingkungan Pemkab Badung, pimpinan instansi vertikal, para direksi perusahaan daerah, Kepala BPD Bali Cabang Badung dan Mangupura, serta para tenaga ahli DPRD dan Fraksi DPRD Kabupaten Badung.

Baca juga :  Kecanduan Judi Tajen, Residivis Ditangkap Usai Gelapkan Motor dan Bebek

Bupati Giri Prasta mengatakan penyampaian LKPJ tahun 2020 ini, merupakan hasil penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Badung selama tahun 2020, yang memuat capaian kinerja pembangunan, baik berupa capaian indikator kinerja makro yang diukur berdasarkan pelaksanaan program, serta RKPD tahun 2020 sebagai penjabaran tahunan dari RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2016-2021. 

Secara garis besar, menurut Bupati Giri, serapan belanja atas seluruh urusan wajib yang meliputi urusan tenaga kerja, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pangan, pertanahan, lingkungan hidup, administrasi dan catatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan desa, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, perhubungan, komunikasi dan informatika, koperasi usaha kecil dan menengah, penanaman modal, kepemudaan dan olah raga, statistik, persandian, kebudayaan, kearsipan tetap dapat terlaksana sesuai dengan dinamika kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Baca juga :  Tak Pakai Masker, Warga Dikenakan Sanksi Ini

Sekalipun fokus perhatian Pemkab Badung lebih banyak terarah pada upaya-upaya penanganan Covid-19, berikut dampak-dampak ikutannya.

Disampaikan juga pendapatan daerah Kabupaten Badung tahun anggaran 2020, ditargetkan sebesar Rp4,6 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp3,8 triliun lebih atau 83,10%. Sedangkan untuk belanja daerah yang direncanakan sebesar Rp6,3 triliun lebih, di mana pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 juga terjadi pengurangan alokasi belanja sebesar Rp1,5 triliun lebih atau sebesar 23,94 %, sehingga setelah perubahan APBD tahun anggaran 2020, total belanja daerah menjadi sebesar Rp4,7 triliun lebih. (a/115)

Baca juga :  Kuta Masih Sepi, Pertokoan Belum Banyak Buka

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini