Zona Merah Bertambah, Zona Oranye Hanya Empat Kabupaten

0
7
picsart 04 15 10.19.54
Kepala Kesdam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Made Mardika

Sumerta Klod, DENPOST.id

Zona merah di Provinsi Bali bertambah pekan ini. Sebelumnya zona merah atau kawasan dengan risiko penularan tinggi Covid-19 hanya tiga. Yakni Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar.
Terhitung sejak 11 April lalu, jumlahnya menjadi lima, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Buleleng dan Gianyar. Data di atas juga sesuai dengan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada 14 April 2021.

Sedangkan zona oranye atau kawasan dengan risiko penularan sedang Covid-19, hanya empat. Yakni Kabupaten Bangli, Klungkung, Karangasem dan Jembrana.
Kondisi itu dibenarkan Kepala Kesdam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Made Mardika. “Penambahan Kasus positif lebih tinggi dibanding penambahan sembuh. Rata-rata dalam 1 minggu terakhir,” ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Baca juga :  Ini Jadwal Program Belajar di Rumah dari Kemendikbud 

Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan bagi Bali untuk menerima kunjungan wisatawan asing. Sebab risiko penularan Covid-19 berpengaruh terhadap rencana dibukanya pariwisata internasional di Bali.
Dari pengamatannya, kondisi ini salah satunya disebabkan aktivitas masyarakat dalam dua pekan terahir yang kerap abai dengan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan menjadi standar dalam setiap kegiatan sosial.

Kata dia, peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.
Meliputi Indikator epidemiologi, yakni penurunan jumlah kasus positif dan probable pada pekan terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.
Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak. Penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.
Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada pekan terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak. Penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di rumah sakit pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.
Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di rumah sakit pada pekan terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.

Baca juga :  "Bhatara Turun Kabeh" Tak Libatkan Kabupaten/Kota

Lebih lanjut dijelaskan, persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif dan probable. Laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk.
Dan mortality rate atau tingkat kematian kasus positif per 100.000 penduduk serta kecepatan Laju Insidensi per 100.000 penduduk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, menerangkan, Pemerintah Provinsi Bali akan menyikapi kondisi itu. Ia tak menjelaskan secara konkret langkah yang dimaksud, namun yang pasti pemerintah dikatakannya akan memperkuat upaya pencegahan dengan 6M dan penanggulangan dengan 3 T.
(106)

Baca juga :  Alexander Ricardo Gracia: Sangat Menantang Karena Melalui Proses Panjang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini